MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Kota Padangsidimpuan Butuh Gas Elpiji 3 Kg Sebanyak 1.042.666 Tabung /Tahun

harian9.com author photo

PADANGSIDIMPUAN| H9
Tahun 2019, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan mengajukan kuota pasolan elpiji (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram ke Pertamina sebanyak 1.042.666 tabung atau 3.127.998 kilogram per tahun untuk kebutuhan 11.888 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu, dengan rata-rata pemakaian 4 tabung elpiji ukuran 3 kilogram per KK per bulannya.

“Jumlah kuota elpiji ukuran 3 kilogram yang diajukan tersebut sudah termasuk untuk kebutuhan kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang jumlahnya masih dalam pendataan dan cadangan elpiji guna megantisipasi kelangkaan elpiji,“ ujar Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, SH melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat daerah Pemko Padangsidimpuan Agus Salim Siregar, SP, Rabu (12/12).

Menurutnya, kelangkaan elpiji yang terjadi di Kota Padangsidimpuan akhir-akhir ini terjadi karena masalah yang sederhana namun sudah kompleks, karena menyangkut banyak pihak. Dimana elpiji 3 kilogram yang kuotanya 944.000 tabung per tahun, jika dilihat jumlah tersebut, tentu relatif cukup untuk masyarakat miskin dan pelaku UMKM di Kota Padangsidimpuan.

Namun nyatanya, lanjut Agus, peruntukan gas elpiji 3 kilogram tersebut di lapangan tidak berjalan dengan baik. Dimana masyarakat kalangan menengah khususnya kalangan pegawai pemerintah dan swasta, pengusaha, kalangan TNI dan Polri serta pelaku usaha rumah makan besar, yang seharusnya tidak menggunakan elpiji 3 kilogram, masih saja menggunakannya, sehingga dilapangan masih kerap terjadi kelangkaan. 

“Juga harus dipahami, selama ini kuota pasokan elpiji ukuran 3 kilogram hanya 944.000 tabung per tahun. Sementara kebutuhan 993.660 tabung, sehingga masih terjadi kekurangan sebanyak 49.660 tabung untuk 21 ribu KK dan pelaku UMKM,“ terangnya.

Ia menjelaskan, pasokan elpiji ukuran 3 kilogram itu nantinya akan didistribusikan oleh 66 unit pangkalan yang telah terdaftar di Pemko Padangsidimpuan melalui Bagian Perekonomian Setdakota Padangsidimpuan serta 3 agen elpiji yang memiliki ijin dari Pertamina dan harganyapun sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp.16 ribu per tabung, sesuai SK Walikota Nomor 59/kpts/2017 tentang HET elpiji ukuran 3 kilogram.

“Makanya tahun 2019 kita mengajukan penambahan pasokan elpiji ukuran 3 kilogram ke Pertamina dan Surat Keputusan terkait pengajuan penambahan pasokan elpiji bersubsidi tersebut telah ditandatangani Walikota,“ katanya.

Terkait kebutuhan elpiji ukuran 3 kilogram menjelang hari besar keagamaan khususnya Natal dan Tahun Baru, Agus Salim mengimbau masyarakat Kota Padangsidimpuan tidak perlu khawatir akan kekurangan elpiji 3 kilogram saat Natal dan Tahun Baru nanti.

“Pemko Padangsidimpuan bersama aparat Kepolisian akan terus melakukan inspeksi mendadak di setiap unit pangkalan dan agen elpiji, guna mengantisipasi kelangkaan elpiji jelang hari besar keagamaan tersebut,“ terangnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia (YLKI) Kabupaten Tapanuli Selatan-Kota Padangsidimpuan Azmin Gea perlunya pengawasan serius dari Pemko Padangsidimpuan da instansi terkait guna mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kilogram tersebut.

“Kelangkaan elpiji dan harga yang melangit, membuat persoalan ini telah menjadi “dilema”ditengah masyarakat. Maka dari itu, Pemko Padangsidimpuan tidak boleh berpangku tangan atau “apatis” dan sangat perlu pengawasan serius dari instansi terkait, perlu ditunjukkan aturan elpiji ukuran 3 kilogram bersubsidi di Kota Padangsidimpuan, agar para agen, unit pangkalan dan kios pengecer tidak menjual sesuka hati, apalagi sampai melampaui HET yang telah ditentukan,“ tuturnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

Kabag Perekonomian Setdakota Padangsidimpuan Agus Salim Siregar, SP. (Foto: Riswandy)




Komentar Anda

Berita Terkini