MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Lomba Bongak Dalam Upaya Melestarikan Bahasa Bilah Pane

Harian 9 author photo

LABUHANBATU| H9
Lomba laga bongak dengan bahasa pesisir Bilah Pane sebagai lingua Franca Kabupaten Labuhanbatu digelar Dinas Perpustakaan dan kearsipan dan berilangsung di steak Kampoeng Cindelaras Rantauprapat, Jumat (14/12/18).

"Perlombaan laga bongak ini bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali bahasa Bilah dan Pane sebagai bahasa Daerah Labuhanbatu, dengan harapan semua lapisan masyarakat tetap dapat menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk kearifan lokal dan pusaka leluhur yang bertuah," kata Kadis Perpustakaan dan kearsipan H.Leo Sunarta M.MA

Balanga bongak tidak hanya digunakan sebagai tameng bahasa pemarsatu saja, namun juga sebagai wadah atau sarana penyaluran dan pembinaan serta pengembangan bahasa Bilah Pane sebagai bahasa yang aktif dalam keseharian dan menjadi indentitas Masyarakat Labuhanbatu.

Dikatakannya, dengan berkembangnya jaman maka lambat laun akan menghilang ciri chas dari Bahasa Bilah Pane ini,maka dengan lomba bongak ini salah satu upaya bagaimana kedepannya dapat lagi ditingkatkan dengan seluruh partisipasi elemen masyarakat kalau ini tidak kita lakukan pasti kita akan ketinggalan jaman.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu,dengan lomba bongak sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 sebagai pusat rekaman sejarah dan budaya, perpustakaan bukan tempat mengumpul buku dan tempat membaca buku saja.

Peserta lomba laga bongak ini diikuti 7 tim dengan masing-masing anggota 4 orang yang berasal dari 6 Kecamatan yakni, Bilah Hulu, Pangkatan Bilah Hilir dan Kecamatan Rantau Selatan sementara Juri dari Universitas Sumatera Utara Prof. Wan Syaifuddin, MA.Ph.D sedangkan dari Labuhanbatu Zein Azhari SPd.MM dan Tasmir Chaniago.

"Sangat disayangkan masih ada Kecamatan yang tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba bongak ini terbukti dengan tidak mengirimkan peserta," ujarnya.

Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan H. Nasrullah, SH.MAP mengatakan Laga Bongak ini adalah salah satu tradisi zaman dulu yang sudah mulai menghilfang, yang perlu dibangkitkan kembali tetap dalam artian yang positif.

"Ini adalah upaya kita bersama untuk melestarikan tradisi dan budaya di Labuhanbatu yang mulai hilang, kepada Kepala Dinas,kiranya kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan, bukan hanya laga bongak saja,tetapi tradisi lainnya perlu juga diadakan perlombaan," ucap Andi.

"Mengenai Bahasa Daerah Bilah Panai pada umumnya akan dituju langsung pada bahasa dan kebudayaan di Labuhanbatu, karena sebagai pembentuk karakter dan jati diri masyarakat, sehingga mempunyai nilai-nilai luhur budaya yang dapat meningkatkan keaneka ragaman bahasa dan budaya," tuturnya. (Thn9)
Editor: Mardan H Siregar

Dewan Juri dan peserta lomba bongak. (Foto: Thamrin Nasution)






Komentar Anda

Berita Terkini