Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Luapan Sungai Batangtoru, Rendam Perkampungan di Dua Kecamatan

Harian 9 author photo

Sejumlah warga melakukan aktivitas dengan melewati banjir yang akibat luapan sungai Batangtoru yang merendam dua Kecamatan di Tapsel yakni Kecamatan Muara Batangtioru dan Kecamatan Angkola Sangkunur, Jum,at (14/12).  (Foto : Riswandy)


TAPSEL| H9
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel) sehari penuh, menyebabkan Sungai Batangtoru yang melintasi sejumlah Desa di dua Kecamatan yakni Kecamatan Muara Batangtotu dan Kecamatan Angkola Sangkunur meluap, menyebabkan banjir dan merendam sejumlah perkampungan warga di dua Kecamatan tersebut, Jum,at (14.12).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dari luapan sungai Batangtoru tersebut, namun sejumlah fasilitas terganggu, seperti terendamnya satu unit gedung sekolah SD, rumah ibadah dan rumah warga di Kecamatan Muara Batangtoru, serta rusaknya puluhan hektar lahan pertanian di dua Kecamatan tersebut dan akses menuju sejumkah desa di dua Kecamatan tersebut lumpuh total

Demikian juga banjir yang terjadi di desa Muara Hutaraja Kecamatan Muara Batangtoru tepatnya di Dusun 1,2 dan 3, sehingga 235 jiwa terpaksa haris mengusi ke rumah-rumah tetangga yang lokasinya berada lebih tinggi. 

Di Kecamatan Angkola Sangkunur tepatya di Desa Tindoan Laut, banjir juga merendam sekolah SD Negeri Tindoan Laut dan SMP Negeri 2 Kecamatan Angkola Sangkunur, sehingga mengganggu proses belajar mengajar dan sebanyak 25 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapsel H. Ilham Suhardi, SH melalui Sekretaris Umar Halomoan, S.Pd yang dikonfirmasi, Sabtu (15/12) menyebutkan, personilnya hingga saat ini masih terus berada di lokasi banjir guna mengevakuasi dan mmendata kerugian akibat banjir tersebut.

“ Wilayah di dua Kecamatan tersebut merupakan langganan banjir setiap tahun, apalagi bila musim hujan turun. Ketinggian air yang merendam perkampungan warga mencapai 50 cm sampai 120 cm, “ ujar Umar.

Ia mengatakan air sungai sudah naik dan meluap sejak dua hari lalu hingga mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter. Namun warga masih beraktivitas tetap seperti biasa demikian para murid tetap belajar.

“ Tapi sejak pagi dini hari hingga siang air ini air semakin tinggi hingga ada yang kedalamannya mencapai 120 cm, sehingga aktivitas warga terganngu dan sebahagian warga terpaksa harus menggunakan sampan untuk beraktivitas, “ katanya.

Ia mengimbau agar warga tetap waspada, mengingat curah hujan masih tinggi dan kita harap air cepat surut kembali, Soalnya sejumlah Desa di dua Kecamatan tersebut sudah dikenal menjadi langganan banjir sejak lama.

“ Sedikit saja hujan air sungai Batangtoru sudah meluap, belum lagi datanf  banjir kiriman dari sungai-sungai lainnya. Saat ini kita hanya mempersiapkan perahu karet untuk evakuasi warga dan bantuan logistik bahan pokok, “ tutur Umar.  (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini