Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Mayat Tanpa Indititas Mengambang di Sungai Batang Serangan

Harian 9 author photo

LANGKAT| H9
Penemuan sosok mayat laki-laki Mister X diperkirakan umur sekitar 45 s/d 48 tahun mengapung di sungai Batang Serangan kecamatan Tanjungpura Kab. Langkat, Sabtu (1/12) Sekitar pukul 06:00 WIB.

Awal penemuan mayat ditemukan oleh Linda (31) salah satu warga simpang empat lingkungan XI Pekan Tanjungpura dengan tujuan mengambil air dari sungai yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Keterangan dari warga tersebut saat mau menciduk air dari tepian sungai ia malihat mayat dengan mengunakan pakaian lengkap dalam keadaan telungkup yang sudah mulai membengkak dan berbau tak sedap.

Langsung wanita beranak 2 itu mengurungkan niatnya mengambil air dengan spontan menjerit minta tolong hingga masyarakat berdatangan.

Mendengar laporan dari warga, pihak personel Polsek Tanjungpura langsung meluncur ke TKP untuk melakukan evakuasi mayat membawa ke RSU Tanjungpura.

Ciri-ciri mayat yang ditemukan, mengunakan baju kemeja warna kuning garis lurus, celana Lea warna biru dengan tali pinggang kulit berserta sepatu kulit warna hitam, dari semua barang terlihat masih utuh melekat di tubuh korban.

AKP Bulat Panjaitan ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (1/12) masalah mayat tampa indititas alias Mister X yang ditemukan mengapung di sungai Batang Serangan.

"Kalau dilihat dari jasad korban, Tanda atau luka maupun memar tidak ditemukan, jadi kita tunggu hasil otopsi kejadiannya dan akan diselidiki secara lebih lanjut apa motifnya," ujar Kapolsek Tanjungpura. (HS9)
Editor: Mardan H Siregar 

(Foto: Hermansyah)













Komentar Anda

Berita Terkini