MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Plt Bupati Labuhan batu: Cat kantor Bupati Kuning, Bukan Berarti Saya Golkar, Tapi Mengingat Sejarah Melayu

harian9.com author photo



LABUHANBATU| H9
Acara kenduri Budaya Melayu Tahun 2018 yang digelar Lembaga Budaya Melayu (LBM) Tuah Deli Labuhan batu  diselenggarakan di gedung Nasional Rantauprapat,Sabtu.(29/12/18) diawali dengan pembacaan Doa dipimpin oleh Al Ustadz H.Rendy Fitrayana.LC.MHI. dilanjut dengan tarian persembahan.

" Kegiatan ini dilaksanakan adalah atas kerinduan kami terhadap budaya yang dulunya kita kenal Labuhanbatu kota Melayu", ungkap Ketua LBM.Tuah Deli Rantauprapat, Feri Badriansyah.

" Kebanyakan orang mengatakan Melayu itu adalah suku,tetapi sebenarnya adalah Bangsa, hal ini saya peroleh dan menemukan fakta sejarah di.Tanjung Medan Kampung Raja", jelas Feri.

Di Lembaga Budaya Melayu (LBM) Tuah Deli Rantauprapat Kabupaten Labuhan batu ini, terdiri dari beberapa suku diantaranya, suku Jawa, suku Batak Toba, suku Batak Mandailing, suku Aceh, suku Karo dan saya sendiri adalah suku Banjar. 

Kata Feri,dirinya sendiri keturunan dari Pangeran Hidayatullah, pada tahun 1901 keturunan kami hijrah dari Kalimantan karena diusir oleh Belanda ,sampai kami di Asahan dengan kebaikan Kesultanan Asahan kami diberikan tempat disekitar Masjid Raya Kisaran.

" Kami berupaya ingin mengangkat budaya yang ada di Kabupaten Labuhan batu,terkhusus budaya Melayu karena budaya Melayu adalah budaya Islam dengan harapan kegiatan yang kami laksanakan ini adalah cerminan kedepannya betapa kami membangkitkan budaya Melayu itu", ujar Feri. 

" Acara kenduri budaya Melayu Tahun 2018 rasanya kita balik kampung,dikampung kita sendiri mudah-mudahan acara ini dapat berkesinambungan dan bila mungkin kedepannya kita buat yang lebih meriah agar budaya Melayu ini berkembang kembali kejayaannya", kata Plt.Bupati Labuhan batu, H.Andi Suhaimi Dalimunthe.ST.MT.

" Kita ketahui bersama bahwa di Labuhanbatu ini,ada dua kesultanan besar yakni,Kesultanan Bilah dan Kesultanan Panai,kita berkeyakinan hal serupa ini dapat kita tingkatkan,dan dalam kesempatan ini perlu saya sampaikan bahwa warna yang saya pakai sekarang ini untuk perkantoran dan lainnya bukan saya karena Partai Golkar,akan tetapi kita harus kembali Kejati kita yakni budaya Melayu Ciri khasnya warna kuning", ucap Andi.

Kita harus balik kampung mengenali jati diri kita sejak leluhur warna kuning merupakan warna yang diagungkan,untuk itu kedepannya kita tidak mau lagi ada warna kubah masjid warna merah dan juga tepak sirih berwarna merah.

Dalam istilah kenduri inilah budaya Melayu dan istilah kenduri ini sangat populer di Labuhan batu,soal.warna warni ini boleh saja kita tata sebaik mungkin, akan tetapi jangan kita mengaburkan sejarah saya tidak mau mengaburkan sejarah itu sendiri. 

" Bagi siapapun yang berkeinginan mengangkat kembali kejayaan budaya Melayu ini khususnya di Kabupaten Labuhan batu,akan saya bantu sepenuhnya", ucap plt Bupati.

Acara ini juga diisi dengan pemberian Cenderamata kepada Ahli Waris, Keturunan dan Pemangku Adat Kesultanan dan Kerajaan di Labuhan batu,diserahkan oleh Plt Bupati Labuhan batu, H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT.didampingi Setdakab Ahmat Muflih SH.MM. Juga ditampilkan Tari Pilandok Pencak Silat, Silau lau Kong, menjadi suasana kenduri itu bertambah meriah (Thn9) 
Komentar Anda

Berita Terkini