Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Puspa Sumut : Hentikan Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Harian 9 author photo
kejadian kejahatan seksual ayah kandung terhadap  anak perempuannya yang terjadi beberapa hari ini berlokasi di kota  Binjai, Sumut.


MEDAN| H9 
Terjadinya kejahatan seksual di Provinsi Sumatera Utara masih sering terjadi. Dengan kasus kasus tersebut, maka lembaga di bawah naungan Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yaitu Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan  dan Anak (Puspa), sangat mengutuk hal ini. Sudah saatnya kejahatan seksual di Sumut dihentikan bersama sama.

Ketua Puspa Sumut, Misran Lubis mengatakan, kejadian kejahatan seksual ayah kandung terhadap 3 anak perempuannya yang terjadi beberapa hari ini berlokasi di kota  Binjai, Sumut sangat mengutuk. Bahkan kejadian keras predator seksual anak ini Puspa meminta jajaran kepolisian Binjai agar serius menyelidiki kasus ini dan membawa pelaku ke proses hukum.

"Sisi lain kita juga mengharapkan kepada masyarakat dapat lebih aktif memperhatikan situasi lingkungan terutama keluarga keluarga yang beresiko terjadinya kejahatan seksual anak," katanya kepada wartawan Harian9 di Medan, Jumat (7/12/2018).

Ditambahkannya, bahwa kejahatan seksual ini bisa terjadi dengan latar belakang keluarga broken home, keluarga yang ayah atau ada laki-laki dewasa pecandu narkoba, anak perempuan yang hidup hanya dengan ayah atau lebih sering ditinggal ibu kandung, dan potensi2 lainnya.

"Tanpa bermaksud mencurigai setiap keluarga, namun lebih pada upaya pengawasan dan pencegahan agat kejahatan seksua tidak terjadi di lingkungan keluarga sendiri," jelasnya.

Bahkan saatnya para kepling atau kepala dusun, lebih aktif dan memiliki data/informasi potensi terjadinya kajahatan seksual dilingkungannya. Agar tiap keluarga segera mengetahui gerakan gerakan yang mencurigakan.

"Jika ada yang dicurigai maka segera melaporkan peristiwa kejahatan seksual, jangan sampai terulang lagi kasus seperti di Sunggal, seorang kakek yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak perempuan usia 5 tahun, namun proses di lingkungan mereka dilakukan upaya damai dengan ganti rugi sebidang tanah ukuran 5 x 10 Meter," tuturnya.

Jelas cara seperti ini sangat tidak dibenarkan oleh hukum di Indonesia terutama Undang-undang Perlindungan Anak. Justru pelaku yang masih memliki hubungan keluarga dengan korban, harus mendapatkan hukuman lebih berat dari pelaku yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.

"Kenapa saya mengatakan lebih berat hukuman pada yang memiliki hubungan keluarga? karena predator seksual masih bekerkeliaran dan anak-anak selalu rentan menjadi korban didalam rumahnya sendiri," katanya.

Jadi, melaporkan kejahatan seksual bukanlah aib keluarga atau aib masyarakat, tapi upaya untuk mengakhiri kejahatan seksual terhadap anak-anak lainnya.

"Mari bersama sama kita rangkul anak anak sebagai anak bangsa, STOP kejahatan seksual pada anak anak," imbuhnya. (Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini