Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

2018 Pederita DBD di Sumut capai 5 ribu Orang

Harian 9 author photo
Sekretaris Dinkes Sumut Ridesman.


MEDAN| H9 
Terkait Medan dan Deli Serdang paling banyak kasus DBD, Sekretaris Dinkes Sumut Ridesman mengatakan, Medan memang endemis DBD,  hal ini terkait dengan pengelolaan kesehatan lingkungan yang belum optimal, disamping perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD ini masih perlu ditingkatkan.

Dikatakannya, untuk Provinsi Sumut tahun 2018 angka penderita DBD mencapai 5713 orang, dan yang meninggal 25 orang. Dalam angka ini Kota Medan paling banyak yang menderita DBD mencapai 1490 orang, dan yang meninggal 13 orang. 

"Sementara itu daerah yang tidak terkena penderita DBD tahun 2018 yaitu kabupaten Madina, dari bulan Januari hingga Desember tahun 2018," katanya wartawan Harian9 di Medan, Kamis (31/1/2019).

Dikatakannya, setelah Kota Medan, kabupaten Deli Serdang menempati urutan kedua, dan ketiga kabupaten Langkat. Tentunya karena dua daerah ini bersebelahan sehingga memudahkan terjadinya penyebaran penyakit DBD ini.

"Karenanya, saya menyarankan
masyarakat bersama sama dengan Pemda harus seiring sejalan dalam memperbaiki faktor lingkungan, termasuk penguatan pada aspek regulasi dan penegakan sanksinya," ujarnya.

Dikatakannya, untuk masalah DBD ini bukanlah semata masalah kesehatan, sehingga harus kolaborasi semua stakeholder terkait dalam penanggulangan DBD ini dan harus diwujudkan.

Sementara Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sumut dr Yulia Maryani MKes mengatakan, penyebaran DBD ini salah satunya dipengaruhi  banyak penduduknya. Akibat penyakit itu pengaruh dari kewaspadaan akan air bersih di sekitar rumah, karena sifat nyamuknya suka ditempat air bersih dan nyamuknya itu bersemanyam dipagi hari pukul 6 hingga 2 sore.

"Dari data ini terjangkit anak anak usia dibawah 14 tahun dan ternyata terjangkit di luar rumah jadi walaupun di rumah bersih kemungkinan besar anak anak ini terjangkit di luar rumah," ungkapnya.

Jadi 3M+ tidak hanya berlaku dilingkungan rumah saja namun di lingkungan luar juga harus berlaku 3M (menguras, menutup, mengubur)+menanam tumbuhan mengusir nyamuk. Misalnya bunga lavender, sereh, lalu ikan cupang, juga pemasangan kain kasa di dinding rumah. (Jae9)


Komentar Anda

Berita Terkini