MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Dilintasi Truk, Jembatan Aek Natas Tapsel Ambruk

harian9 author photo
Jembatan Aek Batang Selai yang ambruk akibat dilintasi truk yang diduga beratnya melebihi tonase, di Desa Aek Natas Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Rabu (16/1) sekira pukul 22.30 Wib. (Foto : Riswandy)



TAPSEL| H9
Akibat dilintasi truk yang diduga beratnya melebihi tonase, jembatan Aek Batang Selai yang menghubungkan Desa Aek Natas dengan Desa Dolok Godang Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ambruk, Rabu (16/1) sekira pukul 22.30 Wib.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun truk yang sarat muatan sawit terjun ke dasar sungai Aek Batang Selai dan sebahagian isi muatan hanyut terbawa arus sungai. Disamping itu juga, dua desa yang di hubungkan oleh jembatan kayu sepanjang 20 meter menjadi terisolir, karena tidak ada jalan menuju dua desa tersebut. Sedangkan warga yang hendak melintas untuk ke seberang, terpaksa harus ekstra hati-hati menyeberang dengan memanfaatkan sisa bekas jembatan yang sebahagian masih menggantung di atas permukaan sungai.

Camat Kecamatan Angkola Selatan, Zamhir, SE yang dikonfirmasi membenarkan ambruknya jembatan kayu yang terjadi sekira pukul 22.30 Wib, diduga akibat dilintasi truk yang bertonase  berat.

Disebutkannya, ambruknya jembatan tersebut, pada saat satu unit truck jenis Colt Diesel dengan Nopol BA 8515 PU yang sarat muatan buah sawit tengah melintas di atas jembatan yang panjangnya sekira 20 jeter, lebar 4 meter.

“ Ambruknya jembatan yang konstruksinya berlantai papan dengan galangan besi karena kondisi jematan yang sudah tidak kuat akibat termakan usia. Bahkan truk Colt Diesel tersebut juga ikut tercebur ke sungai bersama reruntuhan material jembatan, “ ujar Zamhir.

Selain itu juga katanya, akibat ambruknya jembatan tersebut, mengakibatkan dua desa terisolir dan ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di dua desa tersebut kesulitan untuk menjalankan aktivitas khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga yang akan berbelanja keperluan rumah tangga akibat sulit untuk melintas jembatan yang runtuh.

“ Seluruh kendaraan baik menuju maupun dari dua desa ini sudah tidak bisa melintas. Perekonomian masyarakat dan anak anak sekolah juga menjadi terganggu. Sementara masyarakat berupaya bergotong royong mencari, membuat jalur alternatif agar jembatan bisa dilintasi minimal harus berjalan kaki, “ katanya.

Terkait upaya yang dilakukan Pemkab Tapsel untuk memulihkan kembali arus lalu lintas yang melintasi jembatan tersebut, Zamhir mengutarakan, Pemkab Tapsel melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tapsel telah mengirimkan sejumlah peralatan guna membuat jembatan darurat agar kenderaan minimal roda dua bisa melintas.

“ Setelah kejadian tersebut, kita laporan ke Bupati Tapsel dan sore tadi Pemkab Tapsel langsung membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya, “ tuturnya.  (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini