Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Dua Wartawan Paluta ini Diadukan Ke Unit Cyber Polda Sumut

Harian 9 author photo
Febri M Munthe usai dimintai keterangan di unit cyber Reskrimsus Polda Sumut, Senin (21/1). 


PALUTA| H9
Dua orang wartawan dari dua media online yakni Metro.Online.Co dan Simantab.com yang bertugas diwilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang selama ini juga selama ini bermitra denan pihak Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) di mintai keterangan oleh  unit Cyber Reskrimsus Polda Sumatera utara (Sumut). Permintaan keterangan terhadap dua wartawan atas nama Febri M Munthe dan Baginda Harahap tersebut sesuai dengan permintaan surat klarifikasi yang dilayangkan oleh Unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut beberapa minggu yang lalu.

Diketahui, permintaan keterangan terhadap kedua wartawan tersebut berdasarkan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut Nomor : 94/LO-AGP/XII/2018 Tertanggal  19 desember 2018 terkait penyidikan adanya dugaan tindak pidana setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun sesuai pasal 40 Yo Pasal 56 UU RI Nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Menurut keterangan wartawan media Simantab.com atas nama Febri M Munthe usai menjalani interogasi permintaan keterangan selama kurang lebih 3 jam oleh penyidik bermarga Nababan di unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut, Dumas tersebut di duga atas pengaduan dari salah satu narasumber pemberitaan dan juga salah satu  saksi  pada  kasus pelecehan anak sesama jenis yang dilakukan oknum ASN di lingkungan Pemkab  Paluta. Yang mana proses perkaranya saat ini masih berjalan di Pengadilan Negeri Padang Sidempuan.

Febri mengatakan, dirinya mengakui telah melakukan perekaman dokumentasi wawancara terhadap narasumber E Harahap untuk kepentingan pemberitaan dan juga sebelum melakukan perekaman atas seizin narasumber. 

"Rekaman itu tidak saya sebar luaskan, saya hanya memberikannya kepada rekan saya  Baginda Harahap dikarenakan adanya permintaan dari  Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Ismawansah Via Whats App waktu itu. dan kemudian  rekan saya meneruskan ke nomor WA bapak AKP Ismawansah sebagai mitra dengan niat untuk membantu proses penyidikan pihak Polres Tapsel,” jelas Febri.

Dikatakannya, dirinya bersama rekannya mengetahui dokumentasi tersebut dijadikan sebagai alat bukti pada kasus pelecehan anak sesama jenis tersangka AKH salah satu oknum ASN Pemkab Paluta setelah  menerima surat klarifikasi dari Unit Cyber riskrimsus  Polda Sumut.

"Itu sudah saya jelaskan kepada penyidik di unit Reskrimsus Polda Sumut bermarga semakam. Jika itupun ditingkatkan menjadi penyelidikan, saya yakin seluruh wartawan Indonesia sebagai salah satu mitra kepolisian  yang baik akan merasa terciderai. Terlebih bagi rekan-rekan wartawan dari berbagai media yang memiliki hubungan baik dengan kepolisian di Polres Tapsel,” ungkap Febri dengan kecewa, Selasa (22/1/2019)

Merasa terzdolimi atas tindakan profesinya sebagai wartawan, Febri di dampingi kuasa hukumnya Banua Sanjaya Hasibuan SH MH & partner mengaku juga telah melakukan pengaduan balik terhadap pengaduan masyarakat tersebut dengan dugaan atas keterangan palsu.

Selain itu Febri juga merasa ada yang aneh tentang cara pengiriman surat dari Unit Rekrimsus Polda Sumut kerumahnya. Katanya bukan pihak kepolisian terdekat yang menyampaikan dalam hal ini Polsek Padang Bolak, akan tetapi yang menyampaikan surat itu adalah orang yang tidak dikenalnya yang diduganya adalah saudara laki-laki kandung tersangka AKH.

Yang disesalkan lagi, saat oknum yang tak dikenalnya tersebut memberikan surat dari Unit Cyber Reskrimsus Polda Sumut kepada kepala desanya, juga menyampaikan pesan yang sempat mengkhawatirkan istri dan keluarga besarnya.

"Mulai dari proses pengiriman surat kepada dua klien saya semua terasa aneh. Seharusnya mereka diberi penghargaan atas kinerja mereka membantu pihak kepolisian. Wartawan itu adalah pekerjaan yang mulia, jangan diperlakukan  seperti itu,” ungkap kuasa hukumnya Banua Sanjaya Hasibuan SH MH.

Sementara itu, menanggapi permasalahan tersebut, Sekretaris Persatuan Wartawan Jurnalis Online Indonesia (JOIN) David Jhonson Sibarani SH mengatakan sangat kecewa atas perlakuan terhadap dua wartawan online tersebut yang sepertinya telah di kriminalisasi. Terkait itu dirinya bersama pengurus JOIN lainnya berencana akan melakukan  koordinasi dengan Kapolda Sumut.()

Komentar Anda

Berita Terkini