Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Iklim Tak Menentu, Waspadai penyebaran Virus

Harian 9 author photo



MEDAN| H9
Saat ini Iklim di sejumlah daerah Provinsi Sumut belakangan  dilanda panas ke hujan (tidak menentu). Keadaan seperti ini tentu dapat membawa dampak kepada kesehatan.

Kepala Puskesmas Pancurbatu dr Hj Tetti Rossanti Keliat mengatakan cuaca tak menentu perlu mewaspadai virus dan bakteri penyebab penyakit berkembang pesat. Jika saat bersamaan daya tahan tubuh sedang menurun, sangat mungkin untuk terkena beberapa penyakit antara lain flu.

Flu merupakan penyakit yang paling sering terjadi saat cuaca tak menentu. Keluhan yang juga dikenal sebagai common cold ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang tersering adalah Rhinovirus.

Saat kondisi cuaca sedang tak menentu, angin yang berhembus kencang dapat dengan mudah menyebarkan virus ke semua orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun.

Terik matahari dan angin yang bertiup kencang membuat debu beterbangan ke sana ke mari. Jika sering berada di luar rumah dan tidak menggunakan masker, sangat mungkin mengalami batuk.

“Batuk merupakan mekanisme pertahan tubuh, ketika saluran pernapasan berusaha untuk mengeluarkan benda asing atau lendir yang terperangkap di saluran napas,” kata Tetti di Pancurbatu, Selasa(29/1/2019).

Dengan iklim saat inj demam berdarah merupakan penyakit yang lumrah terjadi di saat cuaca tak menentu. Ini karena penyebar virus demam berdarah, Nyamuk Aedes Aegypti, lebih mudah berkembang saat pergantian musim seperti sekarang.

Demam berdarah dapat dengan mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah, apalagi jika orang tersebut tinggal di lingkungan dengan kebersihan yang tidak terjaga.

Selain itu, salah satu penyakit langganan saat cuaca tak menentu adalah diare. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, air yang tidak bersih, dan rendahnya daya tahan tubuh,jelas Tety.

Tety menambahkan bahwa diare merupakan penyakit yang ditandai dengan tinja lembek atau cair, yang dikeluarkan dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala nyeri perut, mual, atau bahkan muntah. Pada kasus yang parah, penderita dapat mengalami demam dan feses berdarah,tuturnya

Lebih lanjut dikatakan dr Tetti, demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhosa. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh akibat sanitasi yang buruk, terutama di saat cuaca tak menentu.

“Demam tifoid memiliki gejala demam, diare, serta mual dan muntah. Penyakit ini dapat dicegah jika segera diatasi,” ungkap ibu anak satu ini mengakhiri. (Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini