MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Kader Posyandu Kota Medan Harus "Gigit Jari"

harian9 author photo
ilustrasi


MEDAN| H9
Para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kota Medan harus 'gigit jari'. Sebab, uang transport sebesar Rp50 ribu/bulan selama enam bulan yang dinanti para kader tidak dibayarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan.

"Kemarinkan tidak ada ketok atau pengesahan P-APBD 2018, maka tak ada anggaran itu. Lagipula anggaran prioritas kita untuk masyarakat miskin yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan, karena kita mau menuju total coverage (seluruh warga sudah terdaftar di JKN KIS di 2019)," kata Kadis Kesehatan Medan Usma Polita Nasution, kepada wartawan Harian9 di Medan, Kamis (17/1/2019)Siang.

Usma menjelaskan, bahwa Posyandu itu berasal dari masyarakat, untuk masyarakat dan demi kepentingan masyarakat. Artinya, pembiayaan atau operasional kader Posyandu juga dari masyarakat. "Namun, karena baiknya kepala daerah maka dianggarkan uang transport itu. Tapi Kemarin kan P-APBD 2018 tak diketok," jelas usma.

Sedangkan tahun 2019, lanjutnya, pos anggaran untuk kader Posyandu sudah dialihkan ke Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. "Bukan di Dinkes lagi pos anggarannya. Kalau Dinkes fokus untuk menaikkan anggaran PBI BPJS Kesehatan dari Rp92 M naik menjadi Rp112 M," imbuhnya. 

Usma berharap agar para kader tidak resah dan akan memikirkan bersama tentang uang transport selama 6 bulan tersebut. "Para kader jangan resah dulu, mari kita pikirkan bersama persoalan tersebut. Kalau mogok berarti kerjanya gak ikhlas, itukan dari masyarakat, untuk masyarakat dan demi kepentingan masyarakat juga," harapnya. 

Menanggapi hal ini, Puluhan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) akan berhenti bekerja. Bahkan mereka berencana akan melakukan aksi demo ke kantor dinas kesehatan (Dinkes) Medan.

"Untuk apa kami kerja mendata, memberikan penyuluhan dan menimbang balita serta lainnya kalau uang transport kami yang cuma Rp50 ribu per bulan per orang tidak diberikan. Apalagi sudah 6 bulan dan ini sudah Januari 2019. Lebih baik kami tidak sebagai kader Posyandu lagi," kesal beberapa kader Posyandu yang tidak mau disebutkan namanya.

Bahkan mendengar uang transport tersebut memang tidak dibayarkan karena ketiadaan anggaran, mereka mengancam akan melakukan aksi demo ke kantor Dinas Kesehatan Medan.

"Kami akan demo mempertanyakan sama kepala Dinas Kesehatan kenapa uang transport kami tidak dibayarkan. Memang kami kerja sebulan sekali. Tapi, apa kepala dinas kesehatan mau bekerja tanpa dibayar atau digaji? ," pungkas mereka. (Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini