MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Menkeu: Kondisi Sistem Keuangan Indonesia Stabil dan Aman

harian9.com author photo
 (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| H9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri  Mulyani Indrawati menyatakan bahwa meskipun kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, kondisi sistem keuangan Indonesia masih stabil dan aman. 

“Keseluruhan aspek yang dilihat oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan menunjukkan sistem keuangan kita dalam kondisi normal dan berjalan baik,” tegasnya.

Hal ini disampaikannya pada acara Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keungan (KSSK) di Lobby Gedung Djuanda I, Komplek Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (29/1). 

Bersama Menkeu hadir pula Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah. 

Masing-masing pihak menyampaikan hasil kajiannya dan kebijakan dari masing-masing institusinya serta koordinasi bauran kebijakan dalam rangka menjaga kestabilan sektor keuangan, mendorong perekonomian, meningkatkan investasi dan mendorong ekspor serta memberikan signal kepada para pelaku ekonomi bahwa pihak Pemerintah dan otoritas terkait terus berupaya menjaga perekonomian Indonesia yang sehat dan tumbuh.    

Menkeu mengatakan penerimaan negara secara keseluruhan untuk tahun 2018 berhasil melampaui target digunakan untuk menjaga stabilitas, memperbaiki distribusi serta mengakselerasi alokasi sehingga pertumbuhan perekonomian dalam rangka penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dari sisi kebijakan fiskal tahun 2018 kita tutup dengan sangat baik. Penerimaan negara mencapai 102,5 persen dengan pertumbuhan penerimaan perpajakan adalah sebesar 16,5 persen dan penerimaan negara bukan pajak meningkat 30,8 persen. Kita akan terus menjaga agar kebijakan fiskal tetap berfungsi untuk bisa menjaga stabilitas, memperbaiki distribusi serta mengakselerasi alokasi sehingga pertumbuhan perekonomian bisa makin terjaga dan penurunan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan,” kata Menkeu.

Dari sisi belanja tahun 2018 yang makin tumbuh serta defisit APBN 2018 yang jauh lebih kecil dari tahun 2017, Pemerintah percaya diri perekonomian telah dikelola dengan lebih baik dari periode sebelumnya.

“Kita melihat dari sisi belanja negara (tahun 2018) yang tereksekusi secara baik yaitu pertumbuhannya 9,7 persen dari tahun lalu (2017) di mana belanja dari Pemerintah Pusat naik 14,2 persen dan belanja transfer ke daerah naik 2,1 persen. Seperti diketahui bahwa dengan defisit APBN 2018 yang jauh lebih kecil dari yang diundangkan yaitu sebesar 1,76 persen terhadap GDP atau lebih kecil dari 2,19 persen yang ada di dalam Undang-undang APBN, kita mampu untuk terus menjaga confident terhadap perekonomian nasional terutama tahun 2018 ditengah gejolak global,” tambahnya.

Lebih jauh, ditegaskannya, APBN yang sehat dan kuat dapat dilihat pula antara lain dari sisi keseimbangan primer. Tahun 2018, defisit keseimbangan primer Indonesia jauh lebih kecil daripada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan fungsi pembiayaan dan defisit financing bisa dikelola dengan baik.     

“Kita juga melihat kekuatan dan kesehatan APBN dilihat primary balance kita yang tahun 2018 ditutup hanya dengan Rp.1,8 triliun defisit. Ini sangat berbeda jauh dengan tahun lalu dimana primary balance mencapai Rp.124,4 triliun. Menggambarkan APBN yang sangat sehat,” tegas Menkeu.

Dengan gambaran kinerja tahun 2018 tersebut, Pemerintah bersama-sama dengan seluruh stakeholders terkait seperti BI, OJK dan LPS akan terus bersinergi dan bekerjasama dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan perekonomian Indonesia tahun 2019. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini