MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Paripurna Istimewa HUT Sergai Ke-15 Sedang Berlangsung, Mahasiswa Gelar Demo

harian9.com author photo
Mahasiswa dari 4 elemen yang melakukan orasi di depan kantor DPRD Sergai,persis di Hari Jadi Sergai ke-15.


SERGAI| H9
Selagi para Pejabat Sergai bersama pejabat Sumut mendengarkan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sergai, dalam rangka Puncak Hari Jadi Kabupaten Sergai ke-15 sekitar 17 mahasiswa yang menamakan dirinya dari Aliansi  Pemuda dan Mahasiswa Peduli Serdang Bedagai, geruduk kantor DPRD Sergai, Senin (7/12) jam 09.0 wib.

Padahal sidang istimewa DPRD tersebut bukan hanya dihadiri pejabat dari Sergai, tetapi juga hadir Wakil Kepala Daerah atau Perwakilan kabupaten/kota yang diundang pada acara sakral tersebut.

Mahasiswa dalam orasinya meminta KPK-RI  (Komisi Pemberantasan Korupsi), untuk menuntaskan dugaan kasus korupsi Pembangunan Kolam Renang yang terletak dikawasan Replika Istana Sultan Serdang di Pegajahan, yang dibangun sejak tahun 2013 tapi hingga saat ini belum dinikmati masyarakat Sergai.

Mereka juga meminta aparat hukum untuk menyelidiki dana Perawatan selama kurun waktu lima tahunan itu, sementara Kolam Renang yang dibangun dengan dana milyaran rupiah itu belum dinikmati sepenuhnya oleh warga, tetapi sudah mengalami Perehaban yang tidak sedikit jumlahnya.


Selain itu meminta DPRD Sergai atau pihak berkompeten dalam bidang Hukum,untuk memeriksa Dinas PUPR Sergai terkait pembangunan jalan di Desa Melati Dua (kecamatan Perbaungan - Pegajahan), diduga terindikasi beraroma korupsi disebabkan kondisi jalan tersebut sudah rusak dan kini ditambal sulam. 


Selain itu mahasiswa juga meminta aparat hukum untuk memperjelas kasus Pengadaan Peta Demografi desa beberapa tahun lalu, dimana ketika itu atas sponsor Badan Pemerintahan Desa Sergai membuat Peta demografi Desa dengan biaya Rp 15 juta/desa. Hingga kini kasus yang sempat bergulir di tangani pihak Kepolisian mandeg tak jelas akhirnya, untuk itu diminta kepada yang memeriksa agar transparan memberitahukan kepada masyarakat Sergai.

Selain itu diminta pihak Hukum agar memeriksa Kepala Desa yang diduga berindikasi melakukan penye lewengan Dana Desa dan ADD, karena banyak Kades di Sergai diduga melakukan penyelewengan dana untuk  rakyat,ungkap para orator dari 4 elemen tersebut.

Aksi damai yang dilakukan para mahasiswa tersebut berjalan sekitar 1 jam, tanpa ada yang menyambut mereka disebabkan pihak Sekretariat Dewan atau anggota DPRD Sergai, lagi sibuk melaksanakan paripurna istimewa.

Akhirnya setelah melepaskan uneg-unegnya dengan dikawal pihak personil Polres Sergai dan Satpol-PP, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.-(biets9)
Komentar Anda

Berita Terkini