MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Peringatan Harkonas 2019: Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya

harian9.com author photo

JAKARTA| H9
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita berharap konsumen Indonesia menjadi lebih kritis dan berani menyampaikan pendapat. Hal disampaikannya dalam konferensi pers persiapan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019 serta peluncuran logo dan maskot Harkonas di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (30/1). 

Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya” ini, rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo ini dan akan dilaksanakan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat pada bulan Maret 2019 mendatang.

Turut hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman.

“Fokus tahun ini lebih dititikberatkan dalam mencapai konsumen yang berdaya, tidak hanya mampu memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen namun bisa menjadi konsumen yang kritis dan berani menyampaikan pendapat,” ungkap Mendag.

Disampaikannya, Harkonas merupakan perwujudan kehadiran negara dalam melindungi konsumen dan merupakan amanat konstitusi. Harkonas ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 dan diharapkan menjadi momentum untuk peningkatan perlindungan konsumen di Indonesia.

Saat ini angka Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Tahun 2018 adalah 40,41. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia telah berada pada level mampu untuk memperjuangkan hak dan kewajibannya.

Angka IKK tersebut naik dibandingkan tahun 2017 sebesar 33,70 yang menunjukkan konsumen Indonesia masih berada pada tingkat paham terhadap hak dan kewajibannya.

“Rasa percaya diri masyarakat dalam bertransaksi bersifat fundamental bagi kesehatan ekonomi suatu bangsa. Kondisi ini membangun dinamika pasar dan daya beli konsumen yang efektif, sehingga terbangun pertumbuhan ekonomi nasional berkualitas,” ujarnya.

Peringatan Harkonas 2019 terdiri dari beberapa rangkaian acara. Pada peringatan tahun ini akan ada pemberian penghargaan kepada enam Pemerintah Daerah Provinsi Terbaik Peduli Konsumen, peresmian 250 Kantor Unit Metrologi Legal (UML), peresmian 500 pasar yang telah direvitalisasi, dan peluncuran program Kang Ujang (Tukang Juru Timbang).

Selain itu, juga akan diselenggarakan pameran pada 19—20 Maret 2019 bertempat di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat dengan tema “Edukasi Konsumen”. 

Peserta pameran berasal dari instansi pemerintah, BUMN/BUMD, lembaga perlindungan konsumen, telekomunikasi, perbankan, perusahaan swasta dari berbagai bidang seperti transportasi, ritel, perdagangan elektronik, asuransi, dan travel.

Pada pelaksanaan Harkonas tahun ini, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga bekerja sama dengan BPKN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Pada kesempatan ini, Ardiansyah menyampaikan dukungan BPKN terhadap pelaksanaan kegiatan Harkonas 2019. Menurutnya, perlu adanya kerja sama dan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan upaya perlindungan konsumen yang optimal ke depan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi pemilihan Jawa Barat sebagai lokasi puncak kegiatan Harkonas 2019. 

“Pemprov Jawa Barat sangat mengapresiasi kegiatan Harkonas dengan mengambil lokasi puncak perayaannya di Jawa Barat. Tentunya hal ini menjadi pemicu Pemprov dan masyarakat Jawa Barat untuk lebih meningkatan kepedulian terhadap upaya Perlindungan Konsumen,” imbuh Ridwan Kamil.

Peluncuran Logo dan Maskot Harkonas 2019

Untuk mendukung pelaksanaan peringatan Harkonas, tahun ini akan diperkenalkan logo dan maskot Harkonas sebagai sarana publikasi dan promosi kepada masyarakat. 

Logo dan maskot tersebut merupakan identitas bagi masyarakat tentang Harkonas sekaligus menjadi alat untuk memperkenalkan perlindungan konsumen.

Maskot dan logo Harkonas masing-masing dipilih berdasarkan makna yang dapat dipresentasikan. Logo Harkonas 2019 digambarkan dengan bentuk tangan mengangkat dan terkepal dengan perisai yang di dalamnya terdapat siluet otak manusia. 

Bentuk tangan mengangkat dan terkepal bermakna pemerintah merupakan pelindung konsumen. Sedangkan perisai dengan siluet otak manusia melambangkan bahwa konsumen harus cerdas dan bijak serta sudah saatnya berdaya, berkemampuan melakukan sesuatu, atau berkemampuan bertindak mengatasi masalah.

Adapun maskot Harkonas 2019 digambarkan dengan bentuk binatang lumba-lumba yang menggunakan ikat kepala sunda dan motif batik mega mendung dan diberi nama ‘Si Enda’. 

Lumba-lumba menggambarkan konsumen Indonesia adalah konsumen yang cerdas dan memiliki sifat melindungi pribadi dan lingkungan sosial. Sedangkan ikat kepala sunda dan motif batik mega mendung memberikan simbolisasi Harkonas 2019 diadakan di Provinsi Jawa Barat. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar Anda

Berita Terkini