MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Selama 2018, 33 Personil Polres Tapsel Jalani Penindakan Disiplin dan Kode Etik

harian9.com author photo
Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH didampingi Waka Polres Kompol Jumanto, SH, MH saat memberikan keterangan pers terkait penindakan terhadap personil karena berbagai pelanggaran yakni pelangaran disiplin dan pelanggaran kode etik Polri, di aula Pratidina Mapolres Tapsel, Minggu (30/12). 


TAPSEL| H9
Hasil analisa dan evaluasi (Anev) tahunan terhadap anggota polisi dalam lingkup Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), selama tahun 2018, tercatat sebanyak 33 personil Polres Tapsel jalani penindakan karena berbagai pelanggaran yakni pelangaran disiplin dan pelanggaran kode etik Polri.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH didampingi Waka Polres Kompol Jumanto, SH, MH dan Kasi Propam Polres Tapsel Iptu Sucipto, SH saat menggelar konfrensi pers di aula Pratidina Mapolres Tapsel, Minggu (30/12)

Kapolres merincikan, dari 33 kasus pelanggaran yang dilakukan personil Polres Tapsel, 21 kasus merupakan pelanggaran disiplin berupa mangkir dalam tugas, tidak masuk kerja tanpa izin dan tidak patuh jam kerja. Sementara itu 12 kasus pelanggaran kode etik berupa pelanggaran tindak pidana, seperti kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan 5 personil, 4 diantaranya sedang menjalani pemeriksaan, sementara seorang personil lagi telah dihukum dan sedang menjalani tahanan di Rumah Tahanan Sibuhuan

“ Personil yang melakukan pelanggaran disiplin, diberi pembinaan dan sanksi sesuai kesalahannya seperti yang sudah tertuang dalam keputusan Kapolri, sementara personil yang terlibat tindak pidana, akan menjalani sidang kode etik dan senajutnya menjalani peradilan umum, “ terang Kapolres. 

Irwa juga menyadari bahwa masih ada anggota Polri khususnya di Polres Tapsel yang berbuat pelanggaran dengan tidak mematuhi etik maupun profesi dan personil yang membuat kesalahan tentu akan menjalani proses hukum baik saksi maupun pidana. Bila nantinya masih juga melakukan kesalahan, tentunya pimpinan akan mempertimbangkan sanksi yang lebih berat tentunya. Bahkan bisa juga diberi tindakan keras dengan cara pemberhentian tidak dengan hormat (PDTH).

“ Ini juga untuk menunjukkan sikap ketegasan dan konsistensi bahwa Polri pun ini bertindak tegas kepada anggota-anggota yang melanggar, karena pengawasan yang terbaik adalah pengawasan internal bukan eksterna, “ tegasnya.

Menanggapi sikap tegas yang dilakukan Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran, Pemerhati Kepolisian Malik Assalih Harahap, ST mengatakan, pendindakan tegas sejumlah anggota Polri merupakan salah satu itikad untuk membasmi oknum kotor di tubuh Polri.

“ Apa yang dilakukan AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH adalah untuk menata internal, melanjutkan reformasi internal, organisasi dikuatkan, kemudian kultur yang warisan orde baru diharapkan dihapus dan berharap agar reformasi Polri lebih dimaksimalkan pada 2019 seperti, ada kekerasan berubah jadi humanis, ada yang bermewah-mewah jadi sederhana, arogan jadi ramah, dan kemudian meningkatkan profesionalitas, “ terang Malik.  (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini