MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

BBPOM Bersama KPID Fokus Cermati Bahan Makanan dan Obat yang Tak Berijin

harian9.com author photo
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Yulius Sacramento, bersama Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut, Parulian Tampubolon berfoto bersama pada saat melakukan Funfest di Lapangan Merdeka Medan.



MEDAN| H9
Pada saat ini para orang tua yang menyepelekan tentang jajanan yang biasa dijumpai sehari-hari. Makanan yang dijajakan ini banyak diproduksi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) serta usaha rumahan. Ada pelaku UKM yang tidak mengerti dan belum memahami bahan makanan yang sehat serta layak dikomsumsi.ini jika bahan makanan membahayakan tersebut yang hasilnya bisa merusak tubuh bagi yang memakannya serta tidak mengandung gizi baik. Untuk itu, BBPOM Medan dan KPID Sumut tahun ini fokus untuk mencermati produk UKM dengan tujuan produk tersebut sehat atau tidak.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Yulius Sacramento mengatakan, tujuan mencermati produk jajanan agar masa depan masyarakat Medan senantiasa sehat dengan memakan makanan yang sehat serta bergizi baik. Pihaknya sangat peduli dengan kesehatan masyarakat, sehingga produk jajanan yang berbahaya akan menjadi target BBPOM kedepan.

"Supaya masyarakat kita tidak sakit maka makanlah makanan yang sehat serta yang bergizi, sebab  jika mengkonsumsi makanan yang berbahaya dapat menyebabkan penyakit degeneratif atau penyakit modern seperti gagal ginjal, kangker, serta kardiopaskular, ini sangat mahal biaya pengobatannya, sehingga berapapun anggaran kita disediakan tidak akan cukup kalau ini terus bergembang," katanya,kepada Harian9 di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (9/2/2019)Siang.

Dikatakannya, ketika orang sudah terkena penyakit tersebut kualitas SDM juga akan menurun serta tidak hanya yang sakit, keluarga juga akan terbawa stres. Bahkan akan berdampak pada 3 hal yang berakibat yaitu SDM akan menurun, biaya kesehatan yang mahal, dan aspek sosial. Oleh karenanya perlindungan masyarakat ini harus selalu dilakukan.

"Kemudian kita perlu mendampingi masyarakat kita khususnya pembuat makanan jajanan di lingkungan sekitar kita seperti apakah itu UKM atau usaha perorangan dan indusri kecil, agar makanan ini aman dan bergizi," imbuhnya.

Sehingga,ungkap Sacramento pihaknya akan terus melakukan gerakan pengawasan atas bahan bahan makanan dan obat obatan, agar aman dikonsumsi masyarakat. Ini tugas bersama dan nantinya dengan pemerintah daerah,  tokoh tokoh masyarakat dan media publik akan ikut mengawasi bahan makanan yang sehat dan bergizi.


Sementara  Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon mengatakan, untuk setiap tayangan siaran iklan makanan dan obat obatan serta produk prod yang muncul di televisi dan radio, harus sesuai standar penyiaran baik media televisi atau radio.

"Ini harus tunduk pada regulasi penyiaran, sebab pada intinya setiap menyiarkan produk makanan dan obat obatan serta produk produk yang disiarkan harus mengetahui ijin edar dari BBPOM serta Dinas Kesehatan," ujarnya.

Yang mana agar masyarakat merasa aman dan menjadi tuntunan dan tidak hanya sekedar tontonan, dimana masyarakat bisa menjadi sehat dan aman dengan menyiarkan produk yang aman dan sehat tentunya.

"Hingga saat ini sudah ada temuan yang melanggar periklanan dimana produk tersebut ternyata tidak ada ijin dari BBPOM ataupun Dinkes, maka kami segera memberi surat teguran kepada lembaga penyiaran. Walupum kami sudah lakukan sosialisasi tapi tetap saja kami masih temukan tayangan yang melanggar," jelasnya.

Dari beberapa tahun ini pihaknya sudah melakukan pengawasan yang ketat akan tetapi selalu di temukan potensi pelanggaran seperti pada tahun 2018 ditemukan 18 pelanggaran. Kemudian temuan periode Januari dan Februari 2019 ini sebanyak 8 temuan potensi pelanggaran.

"Masalah ini kita sudah menegur serta membuat surat teguran kepada lembaga penyiaran agar iklan produk makanan atau obat obatan muncul di televisi dan radio harus dihentikan. Untuk sangsi bagi telivisi maupun radio jika tidak mengidahkan teguran kami, maka kami bisa menutup stasiun mereka," pungkasnya. (Jae9)


Komentar Anda

Berita Terkini