MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Di Sumut Penguatan Rupiah Justru Rugikan Ekspor CPO di Sumut

harian9 author photo


MEDAN| H9 
Bagi perekonomian Sumut, penguatan rupiah saat ini justru tidak sepenuhnya menguntungkan. Mengingat Sumut sangat bergantung kepada harga komoditas. Dimana penguatan Rupiah justru merugikan dari sisi ekspornya. Artinya nominal yang didapatkan dari CPO Sumut tidak akan optimal ditengah penguatan rupiah.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, penguatan rupiah pada sesi perdagangan kemarin cukup mengejutkan pelaku pasar. Karena selama ini rupiah menguat terbatas dan cenderung berkonsolidasi dikisaran Rp 14.000 hingga Rp 14.200. Sentimen pemicu penguatan rupiah masih didominasi oleh sejumlah faktor eksternal.

"Walaupun sejauh ini saya lihat terjadi tren kenaikan dimana CPO diperdagangkan dikisaran 2300 ringgit per tonnya. Meskipun sepertinya berkonsolidasi di level tersebut. Namun penguatan rupiah pada saat ini akan menekan harga sawit di tingkat petani," katanya di Medan, Jumat (1/2/2019)Siang.

Terlebih jika dibandingkan dengan harga CPO 3 hari lalu yang sempat menyentuh 2327 ringgit per ton. Saat rupiah masih di kisaran Rp 14.100 an. bandingkan dengan harga sekarang, dimana CPO di kisaran 2299 ringgit per ton, sementara rupiah dikisaran Rp 13.980 an per US Dolar.

"Yang disayangkan adalah harga karet, yang tidak mampu menembus level 200 Yen per Kg. Setelah sempat menyentuh 205 Yen per Kg, saat ini karet justru diperdagangkan dikisaran 182 yen per Kg," ujarnya.

Ditambah penguatan rupiah, jelas karet harganya kembali turun di tingkat petani, jika dibandingkan dengan harganya selama bulan Januari kemarin. (Jae9)

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin 

Komentar Anda

Berita Terkini