MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

FPTS Minta Kapoldasu Tangkap Oknum Pengusaha Perambah Hutan Lindung Tapsel

harian9 author photo
Ketua FPTS Suheri Harahap, M.Si.


TAPSEL| H9
Ketua Forum Pembahru Tapanuli Selatan (FPTS) Suheri Harahap, M.Si, meminta tindakan tegas Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto menangkap para oknum pengusaha pelaku dugaan perambahan kawasan hutan lindung khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

“ Sebagai putra daerah Tapsel, saya sangat menyesalkan masih terjadinya dugaan pembalakan liar dan illagal logging di kawasan hutan lindung di Kabupaten Tapsel yang dilakukan oleh oknum pengusaha perkayuan B alias AN dan aktivitas tersebut yang sudah beroperasi sejak tahun 2006 sampai sekarang. Ini membuktikan hukum belum tegak dan masih bisa dipermainkan oleh pengusaha dan penguasa, “ ujar Suheri Harahap, M.Si, Sabtu (9/2).

Menurut aktifis pemuda Sumatera Utara ini, sesuai hasil investigasi tim FPTS serta informasi dan laporan dari masyarakat di Kabupaten Tapsel, bahwa bahwa cukong kayu B alias AN memiliki jaringan cukup kuat di kalangan penegak hukum, sehingga selama ativitas illegal yang dilakukan oknum pengusaha asal Kota Medan ini sama sekali tidak bisa tersentuh hukum dan sangat kuat tanpa memperdulikan hak-hak masyarakat di wilayah sekitar izin HPH dan bahkan mendapat perpanjangan ijin untuk mengelola kawasan hutan lindung di Tapsel.

“ Kami sangat menyayangkan masih adanya pelaku perambahan hutan yang kebal hukum di Tapsel dan kami khawatir daerah Tapsel akan hancur karena selama ini aktivitas illegal tersebut terus dibiarkan. Tapi di satu sisi kami masih memiliki keyakinan dengan semangat Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bahwa semua kasus dugaan perambahan hutan lindung khususnya di Kabupaten Tapsel bisa diungkap, ” tegas mahasiswa S3 Studi Pembangunan USU ini.

Ia menambahkan, tidak saja pihaknya, namun masyarakat Tapsel juga menaruh harapan besar kepada Bapak Kapolda Sumut dan seluruh jajaran untuk menyikat habis perambah hutan lindung di Kabupaten Tapsel khususnya d Kecamatan Angkola Selatan yang berbataskan dengan Kecamatan Batang Angkola dan Kecamatan Tano Tombangan hingga ke perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Bahkan katanya ada sejumlah perusahaan diduga terlibat dalam aksi pembalakan liar kawasan hutan lindung dengan modus mengantongi ijin HPH yang luasnya mencapai ribuan hektardengan menghabisi Sumber Daya Alam (SDA) sector perkayuan dan bahkan sebagian lahan dijadikan alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

“ Aktivitas ini sangat massif dan terstruktur. Sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Tapsel terkesan melakukan pembiaran terhadap aktivitas tersebut tanpa ada melakukan pengawasan. Kami minta juga pertanggungjawaban Bupati Tapsel, kenapa kawasan hutan lindung dibiarkan kayunya diambil. Ada apa dengan pemerintahan kita yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kami menduga banyak aparat yang kenyang selama ini sehingga diam, “ terang Suheri.

Ia juga menduga, legitimasi Pemkab Tapsel selama ini tidak melibatkan masyarakat sekitar, diantaranya dengan tidak menghiraukan protes masyarakat adat eks kedewanan maupun kekuriaan negeri Sigalangan dan masyarakat sekitarnya terhadap maraknya dugaan penggundulan hutan lindung di wilayah Angkola Selatan dan Batang Angkola.

“ Kepada putra-putri Tapsel diminta dapat memberikan kontribusi bagi daerah termasuk membuat kajian dan jangan takut melaporkan pembalakan liar dan pemanfaatan kawasan hutan lindung. Kami menduga banyak warga Tapsel tidak mengetahui dan sengaja dibungkus berbagai persoalan yang sesungguhnya sangat berbahaya bagi kelanjutan ekosistem dan kehidupan sosial sntar warga. Untuk itu, besar harapan kami oknum pelaku perambahan hutan lindung di Tapsel untuk diberi tindakan tegas, “ tuturnya.  (Wan9)


Notasi :

B alias AN = Budianto alias Aseng Naga
Komentar Anda

Berita Terkini