Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Jector Bantuan Dinas Pertanian Langkat Diduga Digadaikan

Harian 9 author photo
LANGKAT| HARIAN9
Jector Bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Langkat tahun 2016 diduga digadaikan oleh oknum ketua kelompok petani Saudara Desa Paluh Manis Kecamatan  Gebang  Kabupaten Langkat. Informasi yang diterima redaksi, Sugimin sebagai Ketua kelompok Petani dari kelompok tani Saudara  berani mengadaikan alat bantuan Jektor kepada Saiyo (56) warga Dusun 8 Desa Paluh Manis Kecamatan Gebang sebesar enam juta Rupiah.

Menurut Saiyo ketika dikonfirmasi Harian9 ,Rabu (6/2//2019) di kediamannya Dusun 8 membeberkan soal bantuan Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Langkat ,bahwa dia ada di datangi Sugimin Ketua kelompok Saudara untuk mengadaikan Jecktor pada tahun 2016 sambil menunjukan kwitansi sebagai bukti tanda terima uang gadai Jecktor dari Ketua kelompok tani Saudara.

Menurut  Saiyo dalam kwitansi tersebut jelas ada perjanjian Sugimin akan  mengembalikan uang sebesar RP 6 Juta pada bulan Oktober 2019,namun sampai sekarang uang yang di  janjikan belum kembali.

Sampai saat ini Sugimin masih ada di Dusun 8,siapa yang bilang ketua kelompok tani Saudara Sugimin melarikan diri,itu tidak benar,kata Saiyo ,ketika kru harian9 tanyakan soal keberadaan Sugimin karena Mahruzar  Nasution dari Dinas Pertanian Kabupaten Langkat mengatakan  Ketua Kelompok tani Saudara sudah tidak ada di tempat .

Di tempat terpisah Mahruzar  Nasution ketika dikonfirmasi diruang kerjanya Dinas Pertanian Kabupaten Langkat soal bantuan Jecktor yang di gadaikan  dengan enteng menjawab Sugimin sudah sporring (kabur) soalnya selain mengadaikan Jector,

"Sugimin juga banyak hutangnya kepada orang lain, jadi tidak bisa lagi di permasalahan," ungkap  Mahruzar (adam)




Komentar Anda

Berita Terkini