MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Paino: Mutasi Terjadi Diduga Karena Aksi Mogok

harian9.com author photo
(Foto: Amnur Dani)

ACEH TAMIANG| H9
Ditemui dirumahnya di kampung Ingin Jaya Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Paino Karyawan Perkebunan PT. Mopoli Raya, bersama Empat orang rekannya sedang membahas mutasi yang mereka alami, Sabtu (2/2/2019).

”Terjadinya mutasi ini diduga berawal dari aksi mogok rekan-rekan di Afdeling 1, 2, dan 3 sekitar Selasa (22/01/2019) yang lalu," jelasnya kepada wartawan.

Gerakan tersebut sebenarnya berawal dari bahasa Sumarno alias Bajol Asisten Afdeling 1 dan 2, yang mengatakan, kalau sampai sabtu (19/1/2019) tidak jadi gajian, maka hari selasanya (22/01/2019) kita akan lakukan aksi mogok.

Ucapan tuntutan agar Direksi turun, juga pernah muncul dari ketua SPSI Suburianto dan Sumiran sekretaris SPSI dari PUK Serang Jaya, yang menginginkan pembayaran gaji tepat waktu.

"Saat aksi mogok, turut hadir Manager unit Ahda Mafizal, dan setelah pertemuan tersebut, barulah pada kamis (31/01/2019) terbit surat mutasi kami, yang berisikan perpindahan kerja ke Afdeling di tenggulon pucuk Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh,“ tegasnya.

Kami sudah bekerja antara 8 sampai dengan 16 tahun, dan jika dimutasi ke perkebunan sawit , ditempat tersebut bukanlah sebuah keahlian untuk memulai aktivitas sebagai pemanen yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, jadi tidak mungkin harus belajar lagi.

"Kami juga ditempatkan dibarak yang tidak layak huni, tanpa penerangan lampu listrik, dan bersama rekan yang kena mutasi berharap untuk bisa kembali ke afdeling Serang Jaya," pinta Paino.

Hadir pada saat Wartawan melakukan konfirmasi yaitu, Sunarko, Susilo, Suratman dan M. Husin, mereka adalah para Korban mutasi dari PT. Mopoli Raya. (Dani9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar Anda

Berita Terkini