Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Pangdam I/BB Pimpin Upacara Pembukaan Gaktib dan Yustisi POM TNI TA 2019

Harian 9 author photo
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah memimpin upacara pembukaan gelar Operasi Penegakkan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi POM TNI TA 2019 di wilayah Provinsi Sumatera Utara, di Lapangan Upacara Makodam I/BB Medan.


MEDAN| H9
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah memimpin upacara pembukaan gelar Operasi Penegakkan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi POM TNI TA 2019 di wilayah Provinsi Sumatera Utara, di Lapangan Upacara Makodam I/BB Medan, Jumat (08/02/2019). 

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Komandan Polisi Militer TNI, para Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan dan semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini"katanya.

Ditambahkan, TNI sebagai institusi negara, bekerja dengan visi dan misi kenegaraan dan pemerintahan harus dibangun dengan sistem dan manajemen yang tertata bagi pelaksanaan tugas, sesuai dengan peraturan dan perundangan yang telah ditetapkan. Sebagai salah satu upaya TNI dalam pelaksanaan misi tersebut adalah dengan menggelar Operasi Penegakan Ketertiban serta Operasi Yustisi yaitu dalam rangka menjaga disiplin, tata tertib, kepatuhan dan ketaatan prajurit TNI pada hukum sangat menentukan kelancaran pelaksanaan tugas institusi TNI, juga dapat mendukung citra prajurit TNI. 
"Seperti kita ketahui bersama bahwa Tahun 2019 merupakan Tahun Politik, yaitu akan dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara serentak dengan pemilihan anggota legislatif",ungkapnya.

Fadhillah juga menegaskan, TNI berkomitmen dan memastikan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan aman dan sukses sehingga stabilitas nasional selama, sebelum, dan setelah pemilihan dapat terjaga dengan baik.  Dalam menyikapi situasi ini, seluruh prajurit TNI agar bersikap netral dan tidak terseret ke arah dunia politik. Melalui Operasi Penegakan Disiplin dan Operasi Yustisi yang digelar diharapkan bisa ikut mendorong tercipta dan terjaganya komitmen TNI yang netral dalam kegiatan politik akbar ini, baik institusi, satuan, maupun individu, tegasnya.
Kemajuan teknologi, tutur Fadhillah telah mendatangkan era Revolusi Industri 4.0 menuju peradaban baru manusia yang lebih maju, namun setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berupa ancaman terhadap kemanusiaan itu sendiri. Demikian pula dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat, telah menghadirkan berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proksi dan hibrida yang semakin mengemuka dan sulit diprediksi.   

Selain itu, dalam mengantisipasi meningkatnya kejahatan dengan menggunakan media sosial, media elektronik (kejahatan Siber dan ITE), prajurit Pom TNI harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan tujuan untuk dapat mencegah dan menindak kejahatan dimaksud.

Hal ini dalam rangka membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial, dan media lainnya oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab yang ingin menjatuhkan nama baik TNI baik secara individu maupun institusi melalui penyebaran berita palsu (hoax). 

Dengan demikian, tugas memelihara dan menegakkan hukum, disiplin serta tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI harus berjalan maksimal, imbuhnya.
Pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi dapat dikembangkan kearah peningkatan profesionalitas petugas dan subjek hukum melalui upaya edukasi karena esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi prajurit dan PNS TNI sehingga kepatuhan terhadap norma, peraturan dan hukum dapat ditegakkan, baik atas kesadaran individu maupun secara struktural formal. Dalam konteks struktural formal, penegakkan disipilin, tata tertib dan hukum, meliputi kemampuan yang memadai dalam memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangan yang terkait dengan masalah hukum positif, serta memiliki moralitas yang baik sehingga dapat menjadi contoh dalam kesadaran, kepatuhan dan pelaksanaan hukum berikut segala aspek yang melingkupinya.

Seperti tercermin dalam tema Operasi Yustisi tahun 2019  “Kita pelihara dan tingkatkan harmonisasi dengan Rakyat  agar bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian”.terangnya.
Fadhillah  berharap agar seluruh petugas Polisi Militer memiliki kesamaan persepsi dalam melaksanakan tugas dilapangan, baik dengan sesama polisi militer angkatan maupun dengan lembaga penegak hukum lainnya, tetap berpedoman pada kebijakan pimpinan TNI sehingga mampu menghindari kesalahpahaman.  Petugas tidak boleh bersikap arogan di lapangan, namun tetap tegas dan tidak ragu-ragu serta professional, menguasai dan paham serta menghayati aturan hukum sebagai substansi penting dalam upaya penegakan hukum di lingkungan TNI,pungkasnya.(Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini