MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Kemendag Kuatkan Sinergi Menggenjot Ekspor Nonmigas dan Integrasikan Pasar Rakyat ke Dalam Ekosistem Digital

Harian 9 author photo




JAKARTA| H9
Melanju tkan capaian dalam program revitalisasi pasar rakyat yang mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo, Kementerian Perdagangan menguatkan komitmen bersinergi antar-kementerian dan lembaga untuk menggenjot ekspor nonmigas sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi. Itulah salah satu hasil rapat kerja Kemendag yang ditutup pada hari ini, Rabu (13/3), di Jakarta.

Sinergi itu diawali dengan hadirnya sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri dalam rapat kerja yang digelar dua hari di Jakarta. Rapat dibuka oleh Presiden dengan acara peresmian dan pemberian penghargaan pasar rakyat yang dihadiri sekitar 5.000 peserta, terdiri atas pimpinan pasar rakyat dan para bupati atau walikota dari seluruh Indonesia di Tangerang, Selasa, (12/3). 

Para menteri dan pejabat yang hadir dan berdiskusi dalam rapat kerja itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Thomas Lembong.

“Peningkatan ekspor nonmigas adalah pekerjaan besar. Karena itu, sinergi semua kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi dan hubungan luar negeri mutlak diperlukan. Misalnya, saya sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Luar Negeri yang banyak membantu membuka jalan diplomasi saat kita menyelesaikan perjanjian dagang, penyelesaian sengketa dagang, dan pembukaanpasar-pasar baru,” jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela-sela Rapat Kerja Kemendag di Jakarta (13/3).

Menurut Enggar, sinergi meningkatkan ekspor direalisasikan melalui diplomasi ekonomi, penetrasi ekspor ke pasar-pasar nontradisional, perjanjian perdagangan internasional, dan promosi produk- produk strategis Indonesia ke mancanegara.

Mendag melanjutkan, strategi tersebut dijalankan dengan tetap menjaga harmonisasi kerja sama negara-negara yang terlibat dalam aktivitas ekspor-impor Indonesia. “Kita juga harus melakukan pengkajian ulang regulasi ekspor dan impor secara reguler sehingga perdagangan luar negeri kita berjalan stabil,” ujar Enggar.

Tak kalah penting, Enggar menggarisbawahi pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution, upaya peningkatan ekspor juga harus memberikan efek positif pada perdagangan dalam negeri. 

Ketika terjadi peningkatan nilai tukar, agar dapat segera melakukan ekspor produk unggulan sehingga sektor industri nasional dapat terdorong.

Apresiasi Terhadap Program Revitalisasi Pasar Rakyat

Pada pembukaan rapat kerja yang sekaligus menjadi acara Peresmian Pasar dan Pemberian Pasar Rakyat Award, Selasa (12/3) di ICE BSD, Tangerang, Banten, Presiden Jokowi mengapresiasi Kemendag yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun dan merevitalisasi sekitar 4.211 pasar rakyat pada periode 2015--2018.

Presiden menekankan bahwa pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat ini menunjukkan besarnya perhatian Pemerintah secara sungguh-sungguh terhadap pasar rakyat sebab pasar rakyat adalah urat nadi dan ujung tombak perekonomian Indonesia.

“Presiden mengingatkan pentingnya mempersiapkan pelaku pasar rakyat dalam menghadapi era digital. Untuk itu, Presiden meminta Kemendag mempersiapkan ekosistem daring bagi pasar- pasar rakyat sehingga memiliki laman pemasaran dan platform pemasaran digital,” ujar Mendag.

Selain daring, Presiden juga menginstruksikan untuk segera memperbaiki ekosistem luring bagi produk-produk dalam negeri yang dihasilkan perajin, petani, maupun nelayan, mulai dari perbaikan kemasan, pelabelan, hingga branding. Ketiga hal tersebut, menurut Presiden, adalah yang menjadi kelemahan UMKM di Indonesia.

Jika pasar rakyat sudah terhubung dengan ekosistem digital, kekuatannya akan sangat besar. Selain itu, masuknya pasar rakyat ke ekosistem daring, pemerintah dapat memantau stok dan harga komoditas di setiap pasar secara nasional. Data tersebut juga dapat diintegrasikan dengan data produksi. 

“Pada era Revolusi Industri 4.0 ini, kecepatan adalah kunci kesuksesan, baik itu kecepatan kerja maupun kecepatan pelayanan. Siap tidak siap, Revolusi Industri itu akan datang ke kita,” lanjut Mendag.
Komentar Anda

Berita Terkini