MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Polrestabes Gagalkan Peredaran 9 Kg Sabu

harian9.com author photo
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Interogasi 2 Tersangka Yang Ditangkap Bersama Barang Bukti 9 Kg Sabu. (Foto: Joko Hendro)

MEDAN| H9
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran 9 Kilogram sabu jaringan Aceh dari dua lokasi berbeda. Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan dua pelaku yang berperan sebagai penyimpan dan pengedar sabu serta seorang kurir. 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sr H. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKBP Sandy Cahya Priambodo, SH, SIK, MH, Wakasat Reserse Narkoba Kompol Pardamean Hutahean, SH, SIK, MH, dan Kanit II/Idik AKP Rapi, SIK, SH, saat Rilies kasus ini, Kamis (14/3) di Mapolrestabes Medan mengatakan, pengungkapan 8 kg sabu bermula dari informasi yang diterima petugas bahwa, ada seseorang yang menyimpan sabu asal Aceh di rumahnya. 

Hasil penyelidikan petugas mengetahui keberadaan tersangka, AY yang saat itu melintas di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. 

Petugas selanjutnya mengamankan tersangka AY sambil menunjukkan di mana tersangka menyimpan sabu itu. Dari pengakuan tersangka, sabu itu ia simpan di rumahnya Komplek Bumi Asri Kecamatan Medan Helvetia. Dari rumah tersangka petugas menyita 8 Kg sabu yang di simpan didalam koper.

"Tersangka mengaku sabu itu dikirim oleh seseorang dari Aceh berinisial, MD melalui kurir berinisial, AK yang keduanya kini sedang diburu (DPO). Tersangka juga dijanjikan akan diberi imbalan Rp.50 juta untuk menyimpan barang terlarang tersebut," ucap Kapolrestabes Medan.

Sedangkan untuk pengungkapan 1 Kg sabu bermula dari adanya informasi yang menyebutkan adanya pengiriman sabu asal Aceh ke Medan via bus. Dari informasi ini petugas melakukan pengembangan dan berhasil mendeteksi keberadaan kurir, ZR yang saat itu berada di Loket Bus Sempati Star Jalan Asrama Kecamatan Medan Helvetia. Petugas yang telah mengintai tersangka langsung mengamankan beserta barang bawaannya. Saat digeledah, dari dalam tas tersangka petugas menemukan 1 kg sabu. 

Hasil interogasi, tersangka mengaku disuruh oleh tersangka, H untuk mengatarkankan sabu dari Pidie Jaya menuju Medan. Petugas juga sedang memburu tersangka H.

"Medan menjadi tempat pemasaran dan penyimpanan narkoba untuk wilayah sekitar. Begitu juga sabu asal Aceh yang dijadikan transit menuju ke Medan. Ada beberapa kasus narkoba yang kita tangani asal aceh. Harapan kita, melalui pengungkapan ini peredaran narkoba dapat dicegah," pungkas Pamen Muda Polri Alumni Akpol Semarang Tahun 1994 tersebut. (HJ9)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini