MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Produk Alat Rumah Tangga Indonesia Cetak Transaksi Potensial Sebesar USD.1,8 Juta

harian9.com author photo
(Foto: kemendag)

CHICAGO| H9
Produk alat rumah tangga Indonesia berhasil mencetak transaksi potensial sebesar USD.1,8 juta. Capaian ini diperoleh dari 56 transaksi yang terjadi di pameran International Home and Housewares 2019 (IHHS 2019) yang difasilitasi oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago. 

Pameran IHHS berlangsung pada 2−5 Maret 2019 di Mc Cormick Place, Chicago, Amerika Serikat (AS).

"ITPC dan KJRI Chicago bekerja sama dengan enam eksportir Indonesia untuk mengikuti pameran rumah tangga terbesar di AS dan kedua terbesar di dunia. Keikutsertaan ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke AS dan memperluas akses pasar untuk eksportir baru Indonesia," ujar Kepala ITPC Chicago Billy Anugrah.

Adapun enam perusahaan berpartisipasi di Paviliun Indonesia yaitu, PT Indomop Multi Makmur yang merupakan produsen alat kebersihan dari Banten; PT Presindo Central yang merupakan produsen alat makan berbahan melamin “Onyx" dari Banten; CV Procyro Adikarya yang merupakan produsen alat rumah tangga dan kerajinan tangan berbahan rotan sintetis dari Jawa Tengah; PT Umbra Prasia yang merupakan produsen alat rumah tangga berbahan kaca dari Jawa Timur, PT Trisinar Indopratama yang merupakan produsen alat rumah tangga berbahan plastik "Technoplast” dari Banten; serta PT Green Leaf Indonesia yang merupakan produsen alat rumah tangga berbahan plastik dari Jakarta.

Menurut Billy, ITPC Chicago bersama para eksportir ingin lebih memantapkan posisi produk rumah tangga di pasar AS. 

"Selain memamerkan produk rumah tangga unggulan Indonesia, Pavilion Indonesia juga dijadikan platform untuk menunjukkan keunggulan kualitas yang dimiliki para industri produsen alat rumah tangga Indonesia untuk mengambil pangsa pasar yang lebih besar serta menjadi bagian dari rantai suplai industri AS,” jelasnya.

Pada 2019, porsi pasar pada produk alat rumah tangga di AS yang meliputi ratusan jenis produk diperkirakan tumbuh 12,7 persen atau sebesar USD.73 miliar. Nilai ini naik dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar USD.63 miliar.

Billy menambahkan, akibat perang dagang antara AS dan China, beberapa produk dari alat rumah tangga mengalami kenaikan tarif, di antaranya untuk produk berbahan kaca dan plastik. 

"Momen ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mengambil pangsa pasar tersebut. Selain itu, industri produk alat rumah tangga merupakan salah satu industri manufaktur padat karya menengah yang bernilai tambah, sehingga dapat bermanfaat meningkatkan ekspor Indonesia yang lebih berdaya saing dan bernilai tambah," tandasnya.

Tahun ini adalah ketiga kalinya Indonesia mengikuti pameran IHHS 2019. Paviliun Indonesia menempati area utama dengan luas 83,61 m² dan menjadi yang paling luas sepanjang keikutsertaan Indonesia pada pameran dagang di Chicago.

"Selama pameran berlangsung, Paviliun Indonesia mendapatkan respons yang sangat positif dan dikunjungi lebih dari 150 buyer potensial yang hadir dari berbagai perusahaan internasional seperti AS, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, China, Taiwan, dan Brasil," pungkas Billy.

Selain memamerkan produk, Paviliun Indonesia juga mengadakan diskusi bisnis serta penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) dengan mengundang beberapa perusahaan besar AS yang bergerak di sektor Industri alat rumah tangga seperti Libbey (peritel alat rumah tangga terbesar ke-3 di AS), Baum, dan Pottery Barn. 

Paviliun Indonesia juga mengundang beberapa perwakilan negara mitra seperti Taiwan Trade Office (TAITRA) yang berlokasi di Chicago dan Chicago Chamber of Commerce. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar







Komentar Anda

Berita Terkini