MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Putaran ke-7 Perundingan Dagang Indonesia-EU CEPA: Menjaga Momentum Menuju Penyelesaian

harian9.com author photo
(Foto: kemendag)

BRUSSEL| H9
Indonesia dan Uni Eropa (EU) melanjutkan perundingan IndonesiaEuropean Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) Putaran Ke-7 pada 11--15 Maret 2019 di Brussel, Belgia. Putaran kali ini merupakan putaran penuh pertama di tahun 2019 dan ditutup hari ini, Jumat (15/3).

“Putaran ke-7 perundingan ini merupakan puncak serangkaian kegiatan intersesi (pertemuan antara) yang dilakukan di Brussels dan Jakarta pada Januari dan Februari tahun ini. Kami berkomitmen bahwa pada perundingan kali ini, kedua negara harus berupaya membuat kemajuan sebanyak mungkin dan menjaga momentum menuju penyelesaian secepatnya,” ungkap Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, yang juga bertindak sebagai ketua perunding Delegasi Indonesia.

Iman melanjutkan, perundingan ini membahas enam belas isu runding, yaitu perdagangan barang (TIG), energi dan bahan baku, keterangan asal, bea cukai dan fasilitasi perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi, instrumen pengamanan perdagangan, perdagangan jasa (TIS), investasi, usaha kecil menengah, hak kekayaan intelektual, belanja negara, kerja sama ekonomi dan peningkatan kapasitas (ECCB), perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, transparansi dan praktik penerapan peraturan yang baik, kelembagaan dan hasil kesepakatan akhir, serta penyelesaian sengketa. 

Sedangkan isu sistem pengadilan persaingan dan investasi (ICS) tidak dibahas pada putaran ini. Adapun isu hambatan teknis perdagangan dan perusahaan milik negara (SOEs) dibahas melalui konferensi video digital (DVC).

“Saya meminta kepada para perunding agar membagi isu runding menjadi tiga kategori, yaitu isu teknis, kebijakan, dan politis. Jika isu yang dihadapi bersifat teknis dan perlu disusun paragraf, maka dapat diselesaikan dalam perundingan ini. Jika sulit maka akan dikelompokkan ke dalam bagian isu kebijakan dan isu politis yang perlu diangkat ke tingkat lebih tinggi. Saya cukup senang karena delegasi kedua negara telah mengidentifikasi kategori tersebut sehingga memperlancar perundingan di putaran ini dan menghindari kemacetan perundingan,” ujar Iman.

Seluruh kelompok kerja (working group) juga diminta kedua Ketua Juru Runding untuk menetapkan rencana kerja dan target (work plan) yang jelas dalam setiap putaran. 

Rencana kerja dan target ini menjadi pedoman konkret para perunding di setiap kelompok kerja dan subkelompok kerja untuk membuat capaian realistis di setiap perundingan untuk memastikan perundingan dapat diselesaikan tahun ini. 

Adapun Delegasi Indonesia telah membuat usulan rencana penyelesaian perundingan kepada pihak Uni Eropa dan diharapkan dapat menjadi pegangan para juru runding untuk segera menyelesaikan perundingan CEPA. 

“Putaran ke-7 ini dapat dikatakan sebagai putaran tengah sebelum menuju garis akhir perundingan I-EU CEPA yang diharapkan secara substantif dapat dicapai akhir tahun ini atau awal tahun depan. Untuk itu, delegasi kedua negara harus membuat target realistis dan melakukan pertemuan yang lebih intensif, baik langsung maupun melalui wahana digital,” lanjut Iman.

Lebih lanjut, Iman menegaskan bahwa dengan diselesaikannya perundingan dengan EFTA dan Australia, maka perundingan dengan Uni Eropa menjadi prioritas utama di samping perundingan RCEP.

Selama perundingan lima hari tersebut, para negosiator dari seluruh kelompok kerja berupaya menyelesaikan beberapa bab, seperti instrumen pengamanan perdagangan, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, dan sanitasi dan fitosanitasi.

“Untuk kelompok kerja lainnya, pembahasan akan dilakukan pada perudingan putaran selanjutnya yang direncanakan berlangsung sekitar Juli 2019 atau malalui intersesi,” ujar Direktur Perundingan Bilateral Made Marthini, yang juga bertindak sebagai Sekretaris Delegasi RI pada I-EU CEPA.

Sekilas Mengenai Hubungan Dagang Indonesia-Uni Eropa

Pada 2018, nilai ekspor dan impor Indonesia ke Uni Eropa masing-masing sebesar USD.17,1 miliar dan USD.14,1 miliar. Adapun total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa mencapai USD.31,2 miliar atau meningkat 8,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 (YoY). Uni Eropa adalah tujuan ekspor dan asal impor nonmigas terbesar ke-3 bagi Indonesia.

Selain itu, ekspor Indonesia ke Uni Eropa juga meningkat 4,59 persen dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia selama kurun waktu lima tahun terakhir. Sementara nilai investasi Uni Eropa di Indonesia tercatat senilai USD.3,2 miliar pada 2017. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar







Komentar Anda

Berita Terkini