MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Sekilas Perdagangan Indonesia-Australia dan Perundingan IA-CEPA

harian9 author photo


JAKARTA| H9
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Simon Birmingham, melakukan penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif kedua negara (IACEPA), dengan disaksikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di hadapan ratusan pelaku usaha, wakil pemerintah dan undangan lainnya, di Jakarta, Senin (4/2). 

Australia merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-17 dan negara sumber impor nonmigas ke-8 bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-Australia pada 2018 sebesar USD.8,6 miliar, dengan ekspor Indonesia tercatat senilai USD 2,8 miliar dan impor sebesar USD.5,8 miliar, sehingga Indonesia mengalami defisit sebesar USD.3 miliar. 

Namun, dari sepuluh besar komoditas impor Indonesia dari Australia mayoritas merupakan bahan baku atau bahan penolong industri, seperti gandum, batubara, bijih besi, alumunium, seng, gula mentah, serta susu dan krim.

Produk ekspor utama Indonesia ke Australia pada 2018 adalah petroleum (USD.636,7 juta); kayu dan furnitur (USD.214,9 juta); panel LCD, LED, dan panel display lainnya (USD.100,7 juta); alas kaki (USD.96,9 juta); dan ban (USD.61,7 juta). 

Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Australia adalah gandum (USD.639,6 juta), batu bara (USD.632 juta), hewan hidup jenis lembu (USD.573,9 juta), gula mentah atau tebu lainnya(USD.314,7 juta), serta bijih besi dan bijih lainnya (USD.209,3 juta).

Adapun investasi Australia di Indonesia pada 2018 mencapai USD.597,4 juta dengan 635 proyek terdiri lebih dari 400 perusahaan Australia yang beroperasi di berbagai sektor seperti pertambangan, pertanian, infrastruktur, keuangan, kesehatan, makanan, minuman, dan transportasi.

Negosiasi IA-CEPA diluncurkan pada November 2010 dan berlangsung selama 12 putaran dan beberapa pertemuan tingkat ketua negosiator. 

Cakupan perundingan IA-CEPA adalah perdagangan barang meliputi aspek nontarif, berbagai measures, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi; perdagangan jasa yang meliputi ketenagakerjaan, jasa keuangan, telekomunikasi, jasa profesional; investasi; perdagangan elektronik; kebijakan daya saing; kerja sama ekonomi; serta ketentuan kelembagaan dan kerangka kerja.

Keunggulan IA-CEPA dibandingkan perjanjian perdagangan lainnya, yaitu adanya kerja early outcomes yang berjalan bersamaan dengan dirundingkannya IA-CEPA. Menurut Mendag, program early outcomes dilaksanakan untuk menumbuhkan saling percaya di antara kedua negara. 

Program early outcomes IA-CEPA meliputi Indonesia-Australia Business Partnership Agreement (IA-BPG), Red Meat and Cattle Partnership, jasa keuangan, proyek pertukaran pengembangan keterampilan, pendidikan dan pelatihan vokasi, Indonesia Food Innovation Center (IFIC), pengembangan desain pakaian dan perhiasan, produk-produk herbal dan spa, pengawasan standar obat dan makanan, dan proyek pemetaan standar. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini