MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

6018 Keluarga di Kota Padangsidimpuan Terdaftar PKH 2019

HARIAN9 author photo
PADANGSIDIMPUAN|H9
Tahun 2019 ini, ada sebanyak 6018 Kepala Keluarga (KK) masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui di Kota Padangsidimpuan. Jumlah tersebut menurun sebanyak 8 KK bila dibanding tahun 2018 sebanyak 6026 KK.

“ Tahun 2019 jumlah PKH tercatat sebanyak 6018 KK dan untuk tahap I sebanyak 5972 KK telah tersasar menerima PKH dengan total alokasi dana yang dikucurkan sebanyak Rp.8.87 milyar  lebih. Sedangkan tahun 2018 lalu, jumlah KPM melalui PKH sebanyak 6026 KK, dengan total dana yang dikucurkan dari Kemensos RI sebesar Rp.10,64 milyar, “ ujar Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan Sofyan Subri Lubis melalui Kasubbag Data Eva Julianti Hasibuan.

Menurut Eva, tahun 2019 ini, ada dua jenis bantuan Kementrian Sosial RI, yakni PKH dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tahun 2019 ini, alokasi dana PKH untuk Kota Padangsidimpuan dari Kementerian Sosial diberikan dalam empat tahap kepada setiap KK dan diharapkan program ini bisa sukses agar masyarakat terbantu dan bisa memanfaatkan bantuan itu untuk kehidupannya sehingga anaknya bisa tetap sekolah hingga mendapatkan pekerjaan.

“ Tahun ini ada komponen baru penerima bantuan, seperti, ibu hamil, siswa SD, SMP, SMA, penyandang disabilitas dan lansia. Saat ini mereka menerima bantuan pangan tunai tidak lagi berbentuk beras dan untuk kriteria warga yang masuk dalam KPM itu merupakan hasil pendataan BPS dan riset Dinas Sosial, “ ungkapnya.

“ Bantuan sosial berupa biaya kesehatan, pendidikan dan usaha dalam PKH, tidak diberikan secara cuma-cuma. Program Kementerian Sosial ini bisa dicabut jika KPM nya tidak menjalankan secara profesional. Karena itu, diingatkan agar bantuan dari pemerintah itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh setiap penerima manfaat di Kota Padangsidimpuan, “ katanya.

Selain itu Eva juga menjelaskan, ada 4 komplementer yang melekat sebagai penerima PKH serta jumlah besaran yang diterima yakni untuk kategori lansia sebesar Rp.2,4 juta per tahun, ibu hamil Rp.2,4 juta per tahun, penyamdang disabilitas berat sebesar Rp.2,4 juta per tahun, balita 0-6 tahun Rp.2,4 juta pertahun, siswa seklah tingkat SD sederajat sebesar Rp.900 ribu per tahun, sederajat Rp.1,5 juta per tahun dan SMA sederajat sebesar Rp.2 juta per tahun.

“ Kita berupaya untuk dapat melaksanakan program tersebut agar tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas dan administrasi. Ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, “ tuturnya.

Ia juga menjelaskan, untuk mendukung kelancaran pendistribusian Bansos tersebut, juga melibatkan unsure Polri dari Bhayangkara Pembinaan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) baik dari hal pendataan masyarakat yang memang dianggap benar-benar tidak mampu dan berhak mendapatkan Bansos agar penyaluran Bansos lebih akurat dan tepat sasaran.

“ Penyaluran (distribusi) Bansos ke masyarakat dibutuhkan, pengawasan dan pengawalan dari jajaran Kepolisian, karena, Kepolisian mempunyai jaringan sampai desa-desa terpencil sekalipun. Dengan pengawalan Satgas ini, penyaluran Bansos bisa sampai ke masyarakat dan tepat pada sasaranya, “imbuhnya. (Wan9)


Komentar Anda

Berita Terkini