MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Bawaslu Hentikan Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

HARIAN9 author photo
PADANGSIDIMPUAN |H9
Tidak terbukti ada pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Padangsidimpuan, hentikan penyelidikan terhadap kasus dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) yakni dugaan ketidaknetralan oknum polisi yang bertugas di Polres Kota Padangsidimpuan, mendukung salah satu Calon Presiden (Capres) Pemilu 2019.

“ Setelah kami pelajari, tidak ada unsure pelanggaran Pemilu dan kasus tersebut kami hentikan dan ditutup melalui proses rapat pleno Komisioner Bawaslu Kota Padangsidimpuan, “ ujar Ketua Bawaslu Kota Padangsidimpuan Syafri Muda Harahap, melalui Koordinator Devisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Aziz Hasiolan Simamora, dalam keterangan pers nya di Sekretariat Bawaslu Kota Padangsidimpuan, Kamis (11/4)

Menurutnya, adapun alasan kasus tersebut dihentikan dan ditutup, karena pelapor yang melaporkan adanya dugaan pelanggaran Pemilu tidak bisa memenuhi syarat formil sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Dari hasil pemeriksaan terhadap pelapor, pelapor sama sekali tidak mengetahui dan tidak mengenal siapa yang dilaporkan pelapor, sehingga salah satu syarat formil yang dilaporkan pelapor ke Bawaslu tidak terpenuhi, “ katanya.



Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 7 tahun 2018, Bawaslu hanya diberi waktu untuk melakukan kajian selama 2 hari atas kelengkapan berkas syarat formil dan materil yang diajukan pihak yang bersengketa. Selanjutnya, Bawaslu memberikan waktu selama 3 hari kepada pelapor untuk memenuhi kekurangan syarat formil dan materil itu.



“ Padahal, pelapor memasukkan laporan adanya dugaan Pelanggaran Pemilu yang dilakukan oknum kepolisian pada 21 Maret 2019 lalu. Namun, setelah diberi waktu 3 hari, pelapor tidak bisa memenuhi syarat yang diminta, sehingga kami menutup kasus ini, “ tuturnya.



Azis menceritakan, saat Bawaslu Kota Padangsidimpuan menerima laporan dari pihak pelapor, pihaknya menanyakan kepada pelapor siapa pihak yang akan dikadikan terlapor. Namun, pelapor saat itu tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan pihak Bawaslu.



“ Awalnya kami Tanya kepada pihak pelapor, siapa pihak yang akan menjadi terlapor. Spontan pihak pelapor kebingungan dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan. Namun begitu, kami dari Komisioner Bawaslu juga menggelar rapat pleno untuk memutuskan penghentian dan menutup kasus dugaan pelanggaran Pemilu tersebut, “ imbuhnya.



Ditambahkannya, selain kasus tersebut, pihaknya juga ada menerima laporan dugaan pelanggaran Pemilu terkait kegiatan sepeda santai yang digelar oleh tim pemenangan salah satu Pasangan Capres. Namun, laporan tersebut juga dihentikan karena, pada pembahasan di centra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dugaan pelanggaran yang dilaporkan tidak terbukti.



“ Pada pembahasan kedua, ternyata, dugaan pelanggaran yang dilaporkan juga tidak terbukti sehingga kasus tersebut juga kami hentikan dan ditutup, tapi tetap melalui proses rapat pleno, “ tutupny.  (Wan9)

Komentar Anda

Berita Terkini