MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Kemendag Gandeng Jetro, Gelar Seminar Ekspor Produk Kerajinan ke Jepang

harian9.com author photo

YOGYAKARTA| H9
Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong ekspor produk kerajinan ke Jepang. Untuk itu, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (Jetro), Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (ASEPHI), serta Forum Meubel, Kerajinan dan Seni (Formekers) Yogyakarta menyelenggarakan seminar sehari dengan tema “Penetrasi Produk Kerajinan Indonesia ke Pasar Jepang” di Yogjakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (26/3).

“Seminar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ekspor produk kerajinan Indonesia ke pasar Jepang. Dalam seminar ini pelaku usaha mendapatkan informasi mengenai selera konsumen Jepang dan kiat-kiat berbisnis dengan importir Jepang,” ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan, Jumat (05/04)

Marolop menjelaskan, kurangnya pemahaman pelaku usaha terhadap tren dan preferensi konsumen Jepang yang memiliki keunikan dengan tingkat kualitas yang tinggi membuat pelaku usaha kerajinan Indonesia mengalami kesulitan dalam menembus pasar Jepang. 

Selain itu, kurangnya konsistensi terhadap kualitas dan proses produksi yang masih manual menjadi kendala sektor kerajinan Indonesia dalam memenuhi standar pasar Jepang.

Namun demikian, pasar Jepang masih menjadi andalan bagi sektor kerajinan Indonesia. Indonesia saat ini menjadi pemasok terbesar ketujuh untuk produk kerajinan ke Jepang dengan nilai sekitar USD.49,07 juta di tahun 2018. 

Jika dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia memiliki keunggulan tersendiri dengan berlimpahnya bahan baku alami, harga produk kerajinan yang cukup bersaing di pasar Internasional dan desain produk yang kreatif dan bernilai seni tinggi.

Seminar yang diikuti sekitar 70 peserta dari kalangan pelaku usaha usaha kecil menengah ini, dihadiri salah satu perusahaan Jepang yaitu Natural Bliss Inc, yang diwakili Naohiko Sugimoto. 

Pada kesempatan ini, Sugimoto membagikan informasi mengenai kiat menembus pasar Jepang dan melakukan kurasi produk kerajinan yang dibawa peserta seminar.

Sugimoto menyampaikan, pola konsumsi masyarakat Jepang telah berubah dari konsumsi produk menjadi konsumsi pengalaman. Menurutnya, konsumen Jepang memandang suatu produk memiliki konsep “pleasurable, memorable, and meaningful”. Cerita, foto, serta asal usul suatu produk menjadi salah satu cara menarik konsumen Jepang.

Menurut Sugimoto produk kerajinan di Jepang mempunyai kriteria khusus yang harus diperhatikan produsen kerajinan Indonesia. Kriteria tersebut antara lain desain yang minimalis, warna yang natural, sederhana, berukuran yang tidak terlalu besar, bertekstur halus, tidak ada tambahan bahan kimia dan tidak berbau tajam, serta memprioritaskan kualitas. 

Selain itu, produk kerajinan yang dijual harus praktis dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mengikuti siklus musim di Jepang, serta dapat dikemas sebagai kado atau hadiah mengingat masyarakat Jepang mempunyai budaya memberikan hadiah. 

“Dengan hadirnya buyer Jepang pada kegiatan ini, diharapkan nantinya produsen kerajinan Yogyakarta dapat bermitra bisnis dengan Natural Bliss Inc milik Sugimoto,” tambah Marolop.

Pada seminar ini, juga disampaikan penjelasan mengenai pemasaran secara digital oleh Direktur Digital Komunikasi Universitas Prasatya Mulya Fredy Utama. 

Menurutnya, para pelaku usaha Indonesia harus mengikuti perkembangan dengan membuat situs web yang memiliki tampilan informatif dan selalu diperbarui. Selain itu, pelaku usaha perlu mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen.

“Pemasaran digital merupakan alat sarana yang harus dikuasai pelaku usaha di era industri 4.0 ini. Hal ini sebagai salah satu sarana untuk menjangkau pasar global. Diharapkan sesi pemasaran digital ini dapat mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Marolop. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini