LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Nuriamdani: Berkat BPJS Kesehatan Kangker Ovarium Stadium Tiga Bisa Disembuhkan

HARIAN9 author photo
DELI SERDANG |H9
Sesuai dengan peraturan yang berlaku, tidak ada perbedaan pelayanan medis antara peserta BPJS Kesehatan kelas I, kelas II, maupun  kelas III. Hal ini dirasakan oleh salah satu peserta BPJS Kesehatan, Nuriamdari (45), warga Pancurbatu, kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Manfaat dari pelayanan BPJS Kesehatan sangat dia rasakan hingga sembuh total dari penyakit yang ia idap.

Berawal yang dirasakan ketika badannya sering terasa panas dingin dan setiap melakukan aktifitas cenderung cepat kelelahan dan dirasakannya paling sakit yaitu pada area perutnya, dia merasakan seperti diperas peras. Dari rasa sakit yang dikeluhkan tersebut akhirnya pergi untuk dilakukan cek up ke puskesmas Pancurbatu yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

"Setelah di lakukan cek up di puskesmas yaitu dengan dilakukan USG oleh pihak puskesmas, maka saya disarankan agar di rujuk kerumah sakit besar serta fasilitasnya lengkap. Pada saat itu kami belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan,sehingga petugas puskesmas menyarankan untuk segera mendaftar menjadi peserta BPJS,"katanya dirumahnya Jalan Delitua Gang Sawah, Pancurbatu, Rabu (24/4/2019).

Selanjutnya,dia langsung mendaftar BPJS Kesehatan, kemudian tak lama kemudian dia memiliki kartu BPJS barulah dibuat surat rujukan ke RS yang ada di kota Tebing Tinggi, dengan alasan agar dekat dengan orang tua dan sanak saudara. Di RS Tebing Tinggi dilakukan pemeriksaan dari mulai scaaning,dan cek up semuanya termasuk pengecekan jantung dan hasilnya normal. 

"Akan tetapi dari hasil cek up itupun terdeteksi adanya penyakit kanker Ovarium stadium tiga pada badan saya," ujar ibu tiga anak ini.

Diceritakannya, sebelum dilakukan cek up ke puskesmas hanya dilakukan dengan memijat mijat oleh tukang pijat kampung karena menurutnya hanya penyakit masuk angin biasa, karena ketidak tahuan selama ini benjolan yang terletak di bawah perut itu di pijat pijatnya hingga terjadi pecah ovarium hingga benjolan ovarium itu semakin membesar.

"Dari pembesaran Ovarium, kami dirujuk kembali dari RS Tebing Tinggi ke RS Sembiring Deli Serdang, tapi lagi lagi pihak RS Sembiring juga keterbatasan dokter serta fasilitas lainnya, jadi kami di rujuk kembali ke rumah sakit Imelda Medan. Dirumah rumah sakit Imelda lah kami bisa diterima mulai lagi dilakukan pemerikasaan dan menyanggupi dilakukannya operasi," ujar ibu yang sehari harinya bekerja sebagai tukang jahit.

Sebelum dilakukan operasi pihak rumah sakit Imelda melakukan cek up ulang dan ditemukan bahwa AB Nur tidak normal hingga harus menunggukan AB-nya normal. Dan selama 5 hari sebelum pasca operasi, barulah dilakukan operasi pertama dan juga bedah operasi pertama. Namun operasi pertama ini tidak bisa mengangkat ovarium tersebut melainkan hanya dilakukan penyedotan cairan yang ada diperut karena sudah menyebar hingga perut membesar kembali.

"Sekitar satu bulan setelah pasca operasi pertama dokter menyarankan dilakukan kemoterapi sebanyak 6 kali agar bisa dilakukan operasi ke dua untuk pengangkatan ovarium tersebut, dan scaaning pun dilakukan setelah pasca operasi pertama guna melihat perkembangannya. Pada akhirnya setelah dilakukan kemo selama 6 kali barulah bisa dilakukan paska operasi yang ke dua dan berjalan dengan baik, sayangnya setelah dilakukan operasi kedua ini lagi lagi diperut saya masih ada yang belum bisa diangkat karena menurut dokter yang tidak bisa diangkat ini sudah seperti mencengkram lambung, solusi terakhir dari dokter sebagai langkah selanjutnya saya harus dilakukan kemo kembali selama 3 kali dengan kadar dosisnya lebih tinggi lagi,"ujarnya.

Sungguh terkejutnya Nur ketika dokter menyebutkan obat yang digunakan selama 3 kali kemo susulan ini harganya perbotol 40 juta. Kalaulah tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan pastinya biaya sebesar itu Nur dan keluarga tak mampu, terakhir dilakukan kemo sebanyak 3 kali barulah dokter menyatakan aman dan tersisa mencengkram lambungnya sudah dinyatakan hilang.

"Saya berharap, BPJS Kesehatan yang diprogramkan dari pemerintah agar tetap berjalan,apabila tidak ada BPJS yang saya pikirkan hanya pasrah dan tidak bisa sembuh sampai saat ini. Karena BPJS sangat lah membentu masyarakat yang membutuhkan untuk memelihara kesehatanya agar selalu sehat.  Dan yang terakhir saya menghimbau kepada masyarakat jangan lupa untuk selalu membayar iuran BPJS paling lambat setiap tanggal 10 agar kita tidak sulit untuk berobat," pungkas Nurimdari.(Jae9)

Komentar Anda

Berita Terkini