MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Pagelaran Seni Dan Budaya Kabupaten Paluta Di Ajang PRSU Berlangsung Haru Dan Meriah

HARIAN9 author photo
PALUTA |H9
Pagelaran Seni dan Budaya kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang digelar di Open Stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Tapian Daya, Medan, berlangsung haru dan meriah, Jumat (5/4) malam.

Pagelaran seni yang bertujuan untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan daerah kepada khalayak umum mengambil tema 'Basa Lungun, Gogo Alap Ari untuk mewujudkan Padang Lawas Utara yang beriman, cerdas, maju dan beradat itu di hadiri Bupati Paluta Andar Amin Harahap SSTP MSi, wabup Paluta H Hariro Harahap SE MSi, Sekda Paluta H Burhan Harahap SH, ketua TP PKK Paluta Ny Ade Aan Rostiani Andar Harahap, sejumlah anggota DPRD Paluta, pimpinan OPD, Camat Se-Paluta serta masyarakat dan mahasiswa Paluta yang ada di Kota Medan dan sekitarnya.

Tahun ini, pagelaran seni dan budaya Pemkab Paluta yang dihadiri ribuan warga Paluta  menghadirkan penampilan drama yang dibawakan oleh Ikatan Seniman (InSan) kabupaten Paluta yang berada di bawah asuhan Dinas Pariwisata Kabupaten Paluta. Selain itu juga menampilkan sejumlah tari-tarian seperti Tor-tor dan tarian daerah lainnya yang dibawakan oleh siswa/i SD dan SMP sederajat yang ada di kabupaten Paluta.
Bupati Paluta Andar Amin Harahap SSTP MSi dalam sambutannya saat pagelaran seni dan budaya akan dimulai menyampaikan bahwa kegiatan pagelaran seni dan budaya ini merupakan salah satu ajang promosi dan pengenalan seni budaya masyarakat Paluta kepada masyarakat umum.

Selain itu, pentas seni budaya ini juga bertujuan untuk melestarikan seni budaya leluhur, khususnya kepada generasi muda agar selalu menjaga dan memegang teguh adat kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Seni dan budaya adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan sebagai salah satu kebanggaan dan bisa kita terapkan sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat kedepannya,” kata Bupati Paluta Andar Amin Harahap SSTP MSi saat memberikan sambutannya, Jumat (5/4) malam.

Lanjutnya, Pemkab Paluta berharap agar masyarakat yang berasal dari Kabupaten Paluta yang ada di perantauan turut serta melestarikan seni budaya, karena mengandung esensi menghormati orang tua, santun dalam pergaulan dan bermasyarakat. Selain itu, ia berpesan untuk pelaksanaan malam pesona seni dan budaya kedepannya bisa lebih ditingkatkan demi melestarikan budaya asli daerah.

“Kepada seluruh masyarakat Paluta khususnya generasi muda, berbanggalah dengan seni budaya dan adatmu dengan melestarikan serta menjadikannya sebagai salah satu pedoman untuk mewujudkan kabupaten Paluta yang Beriman, Cerdas, Maju dan Beradat,” pesannya.
Kadis Pariwisata Kabupaten Paluta Niksen Siregar melalui Kabid Kesenian pada Dinas Pariwisata Paluta Hj Subaidah Lubis mengatakan melalui pementasan seni budaya sebaiknya lebih sering dilakukan sehingga kebudayaan lokal tidak terpengaruh dengan budaya luar.

Katanya, pada pagelaran seni dan budaya Pemkab Paluta tampilkan sejumlah tari-tarian dan penampilan drama yang diperankan oleh  Ikatan Seniman (InSan) kabupaten Palut dengan judul 'Putus Sikola’ pimpinan Irwan Hasibuan dan kawan-kawan yang mengisahkan tentang kehidupan anak bernama Roma yang hidup bersama ayahnya yang sakit-sakitan setelah ibunya meninggal dunia dan tidak dipedulikan oleh saudara atau pamannya (Tulang) yang hidup berkecukupan.

Roma memiliki hubungan dengan sepupu atau Borutulangnya bernama Ani, namun tidak disetujui oleh Tulang dan Nantulangnya. Ia harus hidup bekerja keras sambil merawat ayahnya yang sedang sakit keras dan terpaksa harus berhenti sekolah karena ketidak mampuan ekonomi.

Di akhir cerita, Tulang si Roma yang merupakan saudara kandung dari ibunya si Roma akhirnya sadar dan berubah pikiran untuk membantu menyekolahkan ponakannya (bere) serta merestui hubungan ponakan dan putrinya Ani setelah kepergian dari ayah si Roma.
Adapun pesan moral yang disampaikan disesuaikan dengan tema ‘Basa Lungun, Gogo Alap Ari’ yakni dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, kita harus membudayakan untuk saling tolong menolong kepada sesama apalagi saudara kita serta terus menjaga hubungan silaturrahmi yang baik terutama dengan saudara yang cukup dekat dengan kita.
Sebab budaya saling tolong menolong merupakan warisan budaya leluhur dan hubungan silaturrahmi dengan sesama dan hubungan kekeluargaan harus tetap dijaga untuk menciptakan rasa kebersamaan demi terwujudnya masyarakat yang beriman, cerdas, maju dan beradat khususnya di kabupaten Paluta. 

Pantauan, seluruh masyarakat yang hadir sangat terhibur dan turut larut serta terharu dengan alur cerita dari penampilan yang luar biasa oleh pemain drama dari InSan Paluta.
Pagelaran Seni dan Budaya kabupaten Paluta juga di isi dengan kuis lucky draw yang memperebutkan sejumlah hadiah yang disponsori oleh pihak PT Bank Sumut.((AKHIR S RAMBE)



Komentar Anda

Berita Terkini