MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

BNNK Tapsel Gelar Rakor TAT Mengatasi Korban Penyalahguna Narkoba

harian9 author photo

TAPSEL| H9
Tim Asesment Terpadu (TAT) yang terdiri dari tim hukum dan tim medis menggelar rapat koordinasi (rakor) asesment terpadu mengatasi korban penyalahguna narkoba, bertempat di aula Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan (Tapsel) Jalan SM Raja Padangsidimpuan.

Rakor dipimpin Kepala BNNK Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar, dihadiri tim assessment dari kalangan medis masing-masing dr. Yudha dari Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan dr. Indra dari BNNK Tapsel, kalangan hukum masing-masing Iptu Edi dari Sat Resnarkoba Polres Tapsel, Bripka Reimon Pasaribu dari BNNK Tapsel serta penyidik BNN Jepri, sekaligus penyerahan tiga tersangka korban penyalahguna narkoba jenis shabu oleh penyidik Polres Tapsel kepada BNNK Tapsel untuk di assessment, masing-masing, AAR (36), SBH (32) dan  KH (36), yang merupakan warga Dsa Hadungdung Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

“Asesment terpadu yang dilakukaan tersebut guna memberikan rekomendasi rehabilitasi terhadap ke tiga pecandu narkoba yang diserahkan penyidik Sat Resnarkoba ke BNNK Tapsel,“ terang Kepala BNNK Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar melalui Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi BNNK Tapsel Ibrahim Harahap, Rabu (8/5)

Dikatakannya, asesment adalah tindakan untuk menentukan besar masalah yang ada pada individu itu itu secara lengkap atau komprehensif dan hasilnya bisa dijadikan dasar untuk menentukan diagnosis serta intervensi atau rencana terapi yang sesuai untuk individu yang bersangkutan.

“Ada tiga pendekatan yang dilakukan dalam asesmen ini yakni observasi, wawancara, serta pemeriksaan medik. Inilah proses untul mendapatkan informasi pada individu itu untuk tindakan selanjutnya menuju rehabilitasi,“ katanya.

Menurutnya, ke tiga korban menyalahgunakan narkotika jenis shabu tersebut kesemuanya menggunakan untuk dirinya sendiri dan tidak terindikasi terlibat dalam peredaran gelap narkoba, sehingga, perlu dilakukan asesmen secara terpadu untuk menegakkan klasifikasi yang diterapkan kepada tersangka apakah sebagai pecandu, korban penyalahgunaan narkoba atau pengedar.

“Kegiatan ini merupakan wujud dari implementasi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 54 dan 127, surat edaran Mahkamah Agung No 04 Tahun 2010 serta Peraturan Bersama 7 lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret 2014 tentang penanganan pecandu/korban penyalahgunaan narkotika kedalam lembaga rehabilitasi,“ paparnya.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir, fokus penanganan penyalahguna narkoba mulai berbalik arah. Rehabilitasi dinilai sebagai solusi jitu dan ideal dalam upaya menekan angka prevalensi penyalahguna narkoba.

“Berbagai kegiatan dilakukan BNNK Tapsel untuk menyamakan presepsi bahwa pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara dan merumuskan bahwa pengguna narkoba yang sedang dalam proses hukum dan terbukti sebagai pengguna murni tidak lagi digiring ke dalam jeruji besi, akan tetapi direhabilitasi,“ tegasnya.

Ditambahkannya, kehadiran TAT sangat dibutuhkan kehadirannya. Selain untuk mencegah dan memberantas narkoba, diantara tugas dari tim ini juga adalah untk memantau, menyembuhkan para pecandu dan perlu diingat, orang yang menggunakan narkoba adalah korban.

Selain itu, Rakor ini juga untuk penyamaan visi dan misi, sehingga pada saat pelaksanaan TAT tidak ada salah dan kita bisa satu tujuan sehingga pada pelaksanan TAT nanti tidak ada masalah. Lebih dari itu, asesment juga sangat dibutuhkan untuk memutus rantai pecandu narkoba

“Kami berharap dari Rakor ini masing-masing lembaga bisa mengesampingkan ego masing-masing dalam menangani pengedar dan pecandu narkoba. Sehingga BNNK Tapsel dalam melaksanaan TAT bisa berjalan maksimal,” tambahnya.

Sebagai informasi, TAT adalah tim yang terdiri dari tim dokter (kedokteran medis dan psikologis) dan tim hukum (kepolisian, kejaksaan, BNN dan Kemhumham (lapas) yang ditetapkan oleh pimpinan satuan kerja setempat. Tim ini sebagai aksesor dalam memberikan rekomendasi bagi hakim mengenai tingkat ketergantungan pada narkotika dan keterlibatan tersangka pada tindak. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

Kepala BNNK Tapsel AKBP. Dra. Siti Aminah Siregar sat memimpin Rakor TAT mengatasi korban penyalahguna narkoba, bertempat di aula Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan (Tapsel) Jalan SM Raja Padangsidimpuan .baru-baru ini. (Foto: Riswandy)













Komentar Anda

Berita Terkini