MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Kasat Reskrim: Laporan Dugaan Ijazah Palsu Milik SI Telah Kami Terima

harian9 author photo

ACEH TAMIANG| H9
Proses pencoblosan pada Pemilu 2019 telah usai, namun berbagai tahapan lain terus berlangsung dan diduga ada penggunaan ijazah palsu di Kabupaten Aceh Tamiang yang digunakan oleh salah seorang Caleg, Jum'at (24/5/2019).

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Dimmas Adhit, SIK, MH ditemui diruang kerjanya, terkait dugaan Ijazah palsu salah seorang Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Daerah Pemilihan (Dapil) 3, berinisial SI dari salah satu Partai Lokal (Parlok), disampaikannya,"kami telah menerima Laporan Informasi (LI) dari Polsek Kejuruan Muda tentang hal tersebut," terangnya.

"Semua berkas bukti laporan dugaan pemalsuan telah kami terima dan saat ini sudah memasuki tahapan penyelidikan," tegas Kasat.

Ditempat terpisah Edi Surianto (54 tahun ) warga Dusun Family Kampung Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, memberikan keterangan Pers tentang SI yang memiliki identitas ganda dan disampaikannya,"pada 2008, untuk keperluan laporan kehilangan ijazah SMP, ia menggunakan alamat Dusun Family Kampung Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang," terangnya.

Tahun 2013,  untuk keperluan laporan kehilangan ijazah SD, SI menggunakan alamat Dusun Bakti Kampung Purwodadi Kecamatan Kejuruan Muda dan ditempat inilah sesuai data di kantor Datok Penghulu SI bertempat tinggal.

Selain punya alamat ganda, SI juga punya Kartu Keluarga di Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang dan punya dua nama orangtua laki-laki, yaitu Sanuri, serta satunya lagi Sandi Mulio yang sesuai dengan ijazah miliknya.

"Kami sangat berharap pada para Penegak hukum untuk dapat mengambil tindakan tegas terkait perbuatan SI yang diduga telah merusak sistim administrasi negara dan hal ini jelas sebuah kejahatan," tegas Edi. (Dani 9)
Editor: Mardan H Siregar

(Foto: Amnur Dani)


Komentar Anda

Berita Terkini