MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

LAPK: PDAM Tirtanadi Butuh Direksi Pro-Pelayanan

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
PDAM Tirtanadi merupakan lembaga strategis yang memiliki peran besar melayani air bersih di Sumatera Utara. Oleh itu, PDAM Tirtanadi membutuhkan direksi yang bebas dari “catatan negatif” selama berkarir sebelum ikut seleksi direksi PDAM Tirtanadi. Direksi PDAM Tirtanadi terpilih ke depan jangan sebagai pemburu PAD, tetapi nihil pengalaman dan orientasi untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.

Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi Siregar mengatakan,tentu jika PDAM Tirtanadi dipimpin oleh orang yang memiliki resistensi terhadap masalah hukum dan proses seleksi pemilihan pimpinannya menyalahi aturan demi pemaksaan kepentingan kelompok, maka masa depan PDAM Tirtanadi akan dipertaruhkan. Bukan tidak mungkin pelayanan PDAM Tirtanadi adalah “vampir” bagi pelanggan yang harus membayar kenaikan tariff setiap ganti direksi, tetapi pelayanan berbanding terbalik dengan tariff.


Intinya, dalam suasana kondisi krisis air dan krisis kepemimpinan, PDAM Tirtanadi butuh pimpinan tangguh, petarung yang menguasai lapangan dan taat aturan. Terkait dengan seleksi calon direksi PDAM Tirtanadi diperlukan sosok pimpinan bersih yang dan tangguh itu dibarengi dengan rekam jejaknya: berkualitas, berintegritas (public trust); perencana strategis (strategic thinker); punya leadership yang mumpuni; memiliki keahlian (karena pengalaman atau pendidikan) yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi direksi  dan memiliki kepatuhan/ketaatan kepada hukum.

Menelusuri rekam jejak calon secara detail merupakan keniscayaan. Wajah PDAM Tirtanadi Sumut ke depan sangat bergantung pada pilihan Tim Seleksi dan Gubernur Sumatera Utara. Periksalah rekam jejak calon direksi sebelum menjatuhkan pilihan.  Jangan pilih orang dengan kemampuan yang di bawah standar dan orang yang tidak memiliki kualifikasi. Sangat tidak etis, orang dengan ‘kemampuan yang di bawah standar’ justru mengelola perusahaan air di daerah ini.

Selain itu, Tim Seleksi dan Gubernur Sumut, kiranya masih perlu mempertimbangkan kekompakan calon direksi agar terhindar dari konflik internal. Jangan sampai pada proses kepemimpinan justru ‘saling cakar dan pecah perahu’ di masa tugasnya. Faktor kemampuan kerjasama tim adalah syarat mutlak untuk menumbuhkan wibawa, marwah dan citra kelembagaan PDAM Tirtanadi mendatang. Faktor pengetahuan dan kecerdasan penting dalam mengelola PDAM Tirtanadi. Tetapi faktor keberanian dan ketegasan dalam bingkai kepatuhan hukum, jauh lebih penting.

Jangan pula jabatan direksi dianggap sebagai lahan pembagian kue  atas akomodasi kepentingan politik dan kelompok semata. Risiko pilihan salah calon direksi harus diminimalkan. Sebab, pilihan salah bakal memberi dampak ‘dosa besar’, tidak hanya bagi direksi semata. Akan tetapi juga bagi Gubernur Sumut, perusahaan dan segenap pelanggan. Gubernur Sumut perlu mendapat kandidat direksi yang dapat bekerja penuh disiplin, memiliki dedikasi, bertanggungjawab, bermoral dan berani tegas tanpa diskriminasi dalam menjatuhkan sanksi.

Kemudian, para kandidat harus diperiksa secara benar persyaratan administrasinya, semisal umur, dan rekam jejak kerjanya, agar tidak bermasalah di kemudian hari. Kalau itu tidak dilakukan, sangat mungkin, di tangan Tim Seleksi Direksi BUMD, uji kelayakan dan kepatutan itu cuma ‘prosedural’ belaka. Apalagi terbukti prosesnya ternyata dilakukan secara tertutup dan  publik tidak dapat mengikuti proses fit and proper test itu. Ke depan, beberapa kasus mutasi tanpa prosedur hukum, perjanjian tanpa tanda tangan pihak berwenang,  program transaksi online pembayaran rekening ilegal, dan proyek bermasalah adalah contoh kinerja  buruk yang tidak boleh terulang lagi.(rel)
editor :Nisa Lubis

Ilustrasi
Komentar Anda

Berita Terkini