MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Pasokan dan Harga Bapok di NTT Terkendali

harian9.com author photo

KUPANG| H9
Kementerian Perdagangan terus menunjukkan komitmennya mengawal ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) 2019, yaitu bulan puasa dan Lebaran. Komitmen tersebut kembali diimplementasikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward, dengan meninjau pasokan dan harga bapok ke sejumlah pasar rakyat, ritel modern, serta gudang distributor dan gudang Bulog Divre NTT, serta pelabuhan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 8—9 Mei 2019.

“Kegiatan pemantauan kali ini merupakan bagian dari amanat hasil Rakornas HBKN untuk mengantisipasi dan mengidentifikasi kesiapan di daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan harga bapok. Peninjauan di NTT kali ini menunjukkan pasokan yang aman dan ada beberapa bapok yang harganya sedikit meningkat,” ungkap Dody di usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) HBKN 2019 di Kupang, Kamis (9/5).

Hasil pantauan di Pasar Kasih Naikoten Kupang menunjukkan harga relatifstabil, seperti beras medium Bulog dijual Rp.9.000, beras medium non Bulog Rp.9.500/kg, beras premium Rp.10.000-12.000/kg, cabe merah kriting Rp.40.000-45.000/kg, cabe merah besar Rp.50.000/kg, bawang merah Rp.40.000/kg, bawang putih Rp.60.000-70.000/kg, daging sapi Rp.90.000/kg, daging ayam ras berkisar Rp.28.800-32.000/kg, telur ayam ras Rp.52.000-54.000/karton atau Rp.1.800/butir, gula pasir curah Rp.12.000/kg, dan minyak goreng Rp.11.000- 15.000/kg.

Adapun di Pasar Oeba beras medium terpantau dijual Rp9.500/kg, beras premium Rp.11.000-12.000/kg, bawang putih Rp.70.000/kg, bawang merah Rp.46.000/kg, cabe rawit merah Rp.50.000/kg, daging sapi Rp.90.000/kg, daging ayam Rp.40.000-60.000/ekor, telur ayam ras Rp.50.000-52.000/karton, minyak goreng Rp.12.000/liter, dan tepung terigu Rp.10.000/kg.

“Saat ini bawang putih impor sudah mulai masuk sehingga diharapkan harga bawang putih akan terkoreksi menyusul tergantinya stok lama dengan stok baru,” ujar Dody.

Lebih lanjut, Dody juga meyakinkan masyarakat NTT juga tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan permintaan bapok, khususnya beras pada Ramadan mendatang. Pantauan ke Gudang Bulog Tenau, Kupang, menunjukkan bahwa pasokan beras terpantau sebanyak 8.000 ton dan total stok beras untuk seluruh gudang Bulog di bawah operasional Divre NTT sebanyak 34.000 ton yang mencukupi untuk kebutuhan empat bulan ke depan. Adapun pasokan gula pasir di Gudang Bulog tersebut sebanyak 1.300 ton dan minyak goreng sebanyak 7.700 liter.

Sedangkan, persedian bapok di gudang distributor CV.Sumber Cipta dan CV.Sampurna di Kota Kupang juga terpantau cukup. Gudang-gudang ini menyimpan beberapa komoditas bapok antara lain beras premium, gula pasir, dan minyak goreng yang pasokannya lebih dari cukup karena pada situasi menjelang Lebaran 2019 ini, stok di gudang distribusi juga disiapkan 20 persen lebih banyak dibanding hari biasanya. Para pemilik gudang juga diimbau untuk secara rutin melaporkan ketersediaan stok di gudang kepada Kemendag dan instansi terkait.

“Pemerintah juga akan terus melaksanakan operasi pasar dengan tujuan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas seluruh harga bapok sampai Lebaran. Saat ini, Pemerintah tengah berupaya menstabilkan harga bawang putih di pasaran,” tegas Dody.

Dody juga meninjau kesiapan PT Pelindo III di Pelabuhan Tenau dalam mengawal distribusi bapok yang masuk dari berbagai daerah pemasok. Hasil pantauan menunjukkan bahwa infrastruktur pelabuhan telah siap dan cukup memenuhi kebutuhan operasional distribusi bapok menjelang Lebaran 2019. PT Pelindo III juga menyatakan komitmennya siap mengawal selama 24 jam per hari dalam satu minggu untuk memprioritaskan
distribusi dan bongkar muat bapok agar dapat cepat tersalurkan ke pasar dan konsumen.

Pada kunjungan kerja ke Provinsi NTT ini Dody juga menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) HBKN 2019 yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ben Polo Maing. Hadir sebagai narasumber yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Kantor Bank Indonesia NTT, Kepala Bulog Divre Regional NTT, dan Perwakilan Satgas Pangan Polda NTT. Selain itu, hadir pula Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi NTT, Kepala Dinas Bidang Perdagangan se-NTT, Tim Satgas Pangan NTT, para distributor, pedagang, ritel modern, dan pelaku usaha terkait bapok.

Melalui Rakorda ini, dipastikan kesiapan pemerintah daerah dan pengusaha dalam menjaga harga bapok menjelang Ramadan dan Lebaran 2019, serta memastikan kondisi kecukupan stok bapok, khususnya di NTT.

Dody menyampaikan, agar pasokan bapok tersedia dan harga bapok tetap terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya, diperlukan sinergi langkah dan upaya pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, beserta pelaku usaha pangan.

“Pemerintah daerah juga perlu mengawal kelancaran distribusi komoditas tersebut melalui kerja sama perdagangan antardaerah, khususnya daerah sentra produksi dan sentra konsumsi. Tidak lupa juga harus dipantau pasokan di tiap-tiap gudang bapok,” ujar Dody.

Kemendag juga memiliki empat strategi utama stabilisasi harga bapok, yaitu penguatan regulasi terka[it harga dan tata niaga bapok, pemantauan dan pengawasan kondisi stok dan harga bapok, penatalaksanaan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan penugasan Bulog, serta upaya khusus penetrasi pasar.

Sehari sebelumnya, Rabu (8/5), Dody juga meninjau stok dan harga bapok di tiga ritel modern di kota Kupang, yaitu Transmart, Supermarket Ramayana Robinson, dan Hypermart. Pada ketiga ritel modern tersebut, terpantau bahwa harga bapok secara umum masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan yang ditetapkan pemerintah, seperti beras premium yang dijual dengan kisaran harga Rp.11.780-13.300/kg, gula pasir Rp.11.800-12.500/kg, dan minyak goreng kemasan sederhana Rp.11.000-16.700/liter, tepung terigu Rp.9.700-12.300/kg, daging ayam Rp.44.900-53.625/kg, dan telur ayam Rp.32.000/kg. 

Namun, ada pula beberapa komoditas bapok yang harganya naik dan di atas harga jual di pasar rakyat, antara lain bawang putih yang dijual Rp.82.900-85.500/kg, bawang merah yang dijual Rp.49.900-54.900/kg, telur Rp.32.000/kg, cabe merah besar Rp.55.900/kg.

“Kami telah mengimbau pengelola ritel modern agar selalu mengecek stok yang mereka miliki sehingga pasokan komoditas bapok, khususnya bawang putih yang sedang mengalami kenaikan harga, dapat segera dipenuhi kebutuhannya dari pasokan impor yang berangsur masuk. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, harga bawang putih dapat kembali stabil ke harga normal,” tegas Dody.

Pemantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog, dan distributor ini dijadwalkan untuk dilakukan di 34 provinsi hingga minggu pertama Mei 2019. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh Eselon 1 Kemendag selaku koordinator wilayah provinsi, beserta jajarannya. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar

(Foto: kemendag)

Komentar Anda

Berita Terkini