MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Pelemahan Ekspor Dorong Defisit April 2019

harian9 author photo
JAKARTA| H9
Neraca perdagangan bulan April 2019 kembali mengalami defisit. Neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar USD 2,5 miliar, dibandingkan bulan lalu yang mengalami surplus sebesar USD 0,7 miliar.

“Defisit neraca perdagangan bulan April 2019 disebabkan melemahnya ekspor akibat penurunan permintaan global,” ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan.

Lebih lanjut, Kasan menjelaskan, defisit bulan April juga disebabkan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas dari USD 0,4 miliar pada bulan lalu menjadi sebesar USD 1,5 miliar pada April 2019. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas juga menurun, dari surplus USD 1,1 miliar menjadi sebesar USD 1,0 miliar.

“Negara-negara mitra dagang seperti Amerika Serikat, India, Filipina, Belanda, dan Malaysia menyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama April 2019, yang secara total sebesar USD 2,0 miliar. Sementara itu, RRT, Thailand, Jepang, Australia, dan Korea Selatan
menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar yang secara total mencapai USD 3,0  miliar,” jelas Kasan.

Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-April 2019 masih mengalami defisit USD 2,6 miliar. Hal ini disebabkan besarnya defisit neraca perdagangan migas yang mencapai USD 2,8 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas hanya menyumbang surplus sebesar USD 0,2 miliar.

Kondisi Gobal Tekan Kinerja Ekspor April 2019 Kinerja ekspor April 2019 tercatat USD 12,6  iliar atau turun 13,1 persen dibandingkan ekspor bulan yang sama tahun 2018 (YoY). Pelemahan kspor tersebut disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 37,1 persen dan penurunan ekspor onmigas sebesar 11,0 persen.

“Secara kumulatif, ekspor Januari-April 2019 sebesar USD 53,2 miliar, menurun sebesar 9,4 persen dibanding Januari—April 2018,” lanjut Kasan.

Secara rinci, ekspor pada April 2019 mengalami pelemahan pada semua sektor. Ekspor sektor pertanian tahun lalu naik 7,4 persen dan tahun ini turun 15,9 persen (YoY). Ekspor sektor
industri tahun lalu naik 8,1 persen, sedangkan tahun ini turun 11,8 persen. Ekspor sektor pertambangan tahun lalu naik 12,7 persen, sedangkan tahun ini turun 6,5 persen. Adapun
ekspor sektor migas tahun lalu naik 324,1 persen, sedangkan tahun ini turun 37,1 persen. (rel)

Komentar Anda

Berita Terkini