MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Pertemuan Bilateral Indonesia-Swiss: Pastikan Implementasi IE CEPA dan Intensifkan Diseminasi Informasi

harian9.com author photo

JENEWA| H9
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, Pemerintah Indonesia dan Swiss berkomitmen untuk segera menyelesaikan ratifikasi perjanjian Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA). Hal ini diungkapkannya usai melakukan pertemuan bilateral dengan Guy Parmelindi, Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Swiss di Bern, Swiss pada Kamis (9/5). 

Pertemuan kedua Menteri berlangsung di sela agenda rangkaian kunjungan kerja Mendag di Liechtenstein dan Swiss pada 8--11 Mei 2019.

"Setelah mendapatkan komitmen yang sama dari Menteri Luar Negeri Kehakiman dan Kebudayaan Liechtenstein, hari ini pemerintah Swiss juga mengungkapkan komitmennya untuk segera menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian IE CEPA," ungkap Mendag.

Mendag menyampaikan, selain membahas penyelesaian proses ratifikasi IE CEPA, kedua negara juga sepakat perlunya segera melakukan sosialisasi perjanjian IE CEPA kepada para pelaku usaha termasuk UKM antara Indonesia dan Swiss. Hal ini diperlukan untuk memastikan saat proses ratifikasi rampung, para pelaku usaha dapat segera mengambil manfaat dari perjanjian perdagangan tersebut secara maksimal.

"Kedua negara juga sepakat perlunya diintensifikan sosialisasi kepada dunia usaha dengan melibatkan business chamber kedua negara. Untuk bisa meningkatkan pehamanan dan memaksimalkan manfaat dari IE CEPA, kami juga menyadari perlunya melibatkan UKM dan semua pelaku kepentingan terkait, termasuk melakukan business matching dan business forum," lanjut Mendag.

Kunjungan ke World Trade Institute

Pada hari yang sama, Mendag juga melakukan kunjungan ke World Trade Institute (WTI) di Bern, Swiss. Kunjungan ini untuk menjajaki kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan World Trade Institute dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, khususnya untuk peningkatan kemampuan negosiasi perundingan perdagangaan internasional. 

Peningkatan kapasitas ini direncanakan akan diberikan kepada para pegawai pemerintahan di tingkat awal dan para pejabat tinggi pengambil
keputusan.

“Pemerintah menyadari bahwa Indonesia masih harus melakukan negosiasi-negosiasi perdagangan internasional untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia di pasar global. Selain itu, saat ini terjadi banyak perkembangan isu baru dalam perundingan. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan negosiator-negosiator handal yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan. Terkait hal tersebut, Kemendag menjajaki peluang kerja sama melalui pemberian training dan kursus-kursus yang akan dilakukan di Indonesia serta pemberian beasiswa untuk para pegawai Kemendag yang ingin melajutkan pendidikan di tingkat master dan doktoral," jelas Mendag.

Pada pertemuan ini, Mendag didampingi oleh Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Hadad, Dirjen Perundingan Internasional Iman Pambagyo, dan Staf Khusus Menteri Perdagangan Lili Yang Ing.

Hubungan Ekomi Indonesia dan Swiss (2018)

Perdagangan Indonesia-Swiss mencapai USD.1,54 Miliar dengan ekspor Indonesia ke Swiss sebesar USD.669,9 Juta, impor sebesar USD.874,1 Juta, dan defisit sebesar USD.204,2 Juta.

Ekspor utama Indonesia ke Swiss: (1) articles of jewellery (USD.525,9 juta); (2) optical fibers and optical fiber bundles (USD.65,2 juta); (3) gold (USD.22,7 juta); (4) essential oils (USD.7,03 juta); (5) synthetic organic colouring matter (USD.3,9 juta). 

Sedangkan Impor utama Indonesia dari Swiss: (1) gold (USD.203,7 juta); (2) turbo jets, turbo propellers and other (USD.35,4 juta); (3) Artificial corundum; aluminium oxide; aluminium hydroxide (USD.33,7 juta); (4) Provitamins and vitamins (USD.26,5 juta); (5) Printing ink (USD.21,4 juta).

Swiss termasuk negara investor yang paling penting di Indonesia. Nilai investasi Swiss di Indonesia mencapai USD.135,44 juta (188 proyek). (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 

(Foto: kemendag)



Komentar Anda

Berita Terkini