MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# Walikota Medan Kena OTT, Ini Kata KPK # Selain Eldin, Kadis PU, Protokoler dan Ajudan Kena OTT # Gubsu Edy Tanggapi Soal Walikota Medan Kena OTT # KPK Minta "And" Asal Medan Segera Serahkan Diri # Walikota Medan Kena OTT, Dengan Linangan Airmata Akhyar Menanggapinya#

Juni 2019, PGN Catat Pelanggan RT Sebanyak 19.549

harian9 author photo
MEDAN| H9
Guna penghematan bagi kebutuhan sehari-hari sudah saatnya masyarakat beralih ke gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Artinya selain lebih ramah lingkungan, gas bumi juga lebih murah dibandingkan LPG (liquified petroleum gas). 

"LPG ukuran 12 kg non subsidi setara dengan 15 m3 dengan gas bumi, sementara konsumsi normal rata-rata rumah tangga tangga per bulan sekitar 10-20 m3". 

Jika dengan konsumsi LPG 12 kg sebanyak 10 m3 sekitar Rp 140 ribu, sedangkan gas bumi hanya sekitar Rp 40 ribu, karena harga gas bumi saat ini Rp2945 per meter kubik (m3). Lebih hemat yah, sampai 60 persen, kata Sales Area Head Medan PT PGN, Tbk Saeful Hadi kepada awak media di Medan,Jumat (26/7/2019)siang.

Saeful menambahkan, gas bumi juga lebih terjamin keamanannya karena berat jenis gas alam berbeda dengan LPG. "Untuk gas alam lebih ringan dari pada udara. Sehingga ketika terjadi kebocoran akan terbawa dengan udara ke atas. Sementara kalau LPG, berat jenisnya lebih berat dari udara jadi kalau ada kebocoran akan menumpuk di bawah," tuturnya.

Saeful juga menyebutkan, resiko bila gas menumpuk di bawah, adalah terjadinya pengendapan gas pada lantai dan terjadi ledakan jika ada pemicunya. "Untuk itu, gas bumi ini baik dan aman bila dipakai, khususnya untuk industri rumahan, usaha kecil menengah juga rumah tangga. Untuk wilayah yang sudah masuk jaringan gas bumi di Medan sebaiknya beralih," jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pemakaian gas bumi,lanjut Saeful sampai ke masyarakat, PGN sudah berhasil membangun jaringan gas (jargas) tahun 2018 dan selesai tahun 2019 di Sumut, kini pemerintah mengalokasikan kembali sebanyak 5.500 jargas untuk program tahun 2020 di Deli Serdang.

"Untuk jargas tahun 2020, kini sedang dalam tahap survei dan persiapan Front End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design And Design for Construction (DEDC) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (RT). Untuk tahun 2020 pemerintah  mengalokasikan 5.500 hanya untuk daerah Deliserdang," ungkapnya.
       
Sedangkan jargas program tahun 2018 yang dikerjakan tahun 2019 ada di dua tempat mencapai total 16.716 jargas Rumah Tangga (RT) terdiri dari untuk Deliserdang sebanyak 5.560 sambungan dan Medan 5.656 sambungan. Saat ini sedang proses pemasukan gas ke rumah-rumah. 

"Sudah 50 persen yang menikmati gas bumi dari jargas tersebut," ungkap Saeful sembari mengatakan, harga gas industri 10,28 dolar AS per MMBTU dan pelanggan RT Rp2.945 per meter kubik. 

Pada posisi Juni 2019, pelanggan RT ada sebanyak 19.549. Dengan tambahnya pelanggan sebanyak 11.216 dari program jargas 2019, maka total pelanggan  RT mencapai 30.765. "Bertambah lagi nanti pelanggan RT dari jargas tahun 2020," papar Saeful.
   
Sementara itu untuk industri, ada sekitar 45 dan akan menyusul dua lagi yakni Mark Dynamic (cetakan sarung tangan) dan PT Alco, semuanya di Deliserdang.  Sedangkan untuk pelanggan kecil (UMKM) sebanyak 405 (umumnya usaha kecil seperti rumah makan, laundry dan sebagainya).(jae9).
Komentar Anda

Berita Terkini