LARISPA


MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Muhammadiyah Minta Pemerintah Jangan Lindungi RPH Yang Tidak Bersertifikat Halal dari LPPOM MUI

harian9 author photo

MEDAN| H9
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara H. Ahmad Hosen Hutagalung, S.Ag, MAg  mengapresiasi Pemerintah Kota Medan  dalam hal ini Dinas pertanian dan Perikanan Kota Medan dan Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD.RPH) Kota Medan yang  kembali melakukan  penertiban dan razia terhadap peredaran daging hewan yang masuk ke pasar-pasar kota Medan. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Ahad (14/7/2019) di Medan.  

"Sehingga keraguan masyarakat selama ini terhadap daging halal  tidak lagi terjadi. Sebab pemotongannya dilakukan di Rumah Potong Hewan  yang memiliki Sertifikat Halal dari  LPPOM MUI Sumut yakni di PD. RPH Kota Medan, atau dulu dikenal dengan RPH Mabar," ungkapnya. 

Dikatakannya, Sesuai surat LPPOM MUI Pusat Nomor: DN23/Dir/LPPOM MUI/III/17 tentang penjelasan  wewenang penerbitan sertifikat Halal hanya ada LPPOM MUI ditingkat Pusat dan Provinsi selain itu adalah ilegal. Maka berdasarkan Informasi dari LPPOM MUI Sumut, rumah potong hewan di Sumatera Utara, hanya PD. RPH Kota Medan yang bersertifiasi  Halal dari LPPOM MUI Sumut. 

"Berkenaan itu diminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini instansi terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara untuk jangan melayani dan jangan melindungi RPH yang tidak memiliki sertifikasi halal dari LPPOM MUI yang berwenang. Bahkan menindak jika ada oknum yang menerima kontribusi dari RPH- RPH tersebut," tegasnya.           

Menurutnya, sesungguhnya mengkonsumsi daging sapi yang terinfeksi penyakit Bovine Spongiform Encephalopathy atau BSE beresiko dapat menyerang otak yang nantinya dapat mengarah ke demensia, maupun gejala otak lainnya yang lebih mengerikan. Bahkan hal ini juga dapat menjadi penyebab kematian mendadak di usia dini.

Disebutkannya, selain itu daging  juga merupakan sumber makanan bagi bakteri, tetapi ada juga daging yang  tidak layak dikonsumsi atau dimakan karena  telah tercemar akibat tidak dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan. Akibat telah tercemar karena  tidak dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan. 

"Sesungguhnya daging yang telah tercemar, jika dimakan berpotensi jadi sumber penularan penyakit," ungkapnya.

Maka pihaknya memdukung penuh langkah-langkah PD. Rumah Potong Hewan Kota Medan untuk melakukan pengasawan atau monitoring secara rutini peredaran daging yang dipasok dari luar kota Medan ke Pasar- Pasar yang dikelola PD. Pasar Kota Medan. Diharapkan kepada para pengusaha daging, sebaiknya memotongkan sapinya di bersertifikasi halal yang PD. RPH Kota Medan. Maka secara otomatis juru sembelihnya juga sudah bersertifikasi halal.    

"Karena itulah yang bisa menjamin umat Islam mengkonsumsi daging halal. Selain itu juga sudah melewati standart operasional pemotongan (SOP) hewan ASUH, diantaranya pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong," tandasnya. (01)      
Komentar Anda

Berita Terkini