MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Perkuat Hubungan Dagang: Indonesia-Turki Sepakat Selesaikan Perundingan IT-CEPA Tahun Ini

harian9 author photo

ANKARA| H9
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan di Ankara pada hari Jumat (12/7) dalam kunjungan kerja ke Turki.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan singkat kedua Kepala Negara di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang pada bulan Juni lalu. Pertemuan di Ankara ini dilakukan sehari setelah Mendag melakukan dialog bisnis di Istanbul dengan pelaku usaha Turki dan mitranya dari Indonesia.

Diawali dengan sambutan hangat selamat datang dari Menteri Perdagangan Turki, kedua menteri segera membahas isu-isu substantial terkait status perdagangan bilateral saat ini, kelanjutan perundingan Trade in Goods Agreement dalam kerangka Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), masalah pengamanan perdagangan, dan kolaborasi usaha.

“Kita sampaikan bahwa dalam dialog bisnis di Istanbul kemarin, pelaku usaha kedua negara menekankan pentingnya penyelesaian segera perundingan IT-CEPA di tengah ketidakpastian perdagangan global saat ini. Menteri Perdagangan Turki sepakat agar momentum ini dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan hubungan ekonomi kedua negara,” jelas Enggar.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan dihadiri jajaran pejabat tinggi Turki ini, kedua menteri sepakat untuk menugaskan kedua tim perunding mulai meningkatkan kontak guna mempersiapkan perundingan putaran keempat yang direncanakan pada bulan Oktober 2019.

Persiapan ini termasuk pelaksanaan teleconference antara Jakarta dan Ankara mulai bulan Agustus untuk memastikan bahwa kedua tim siap mencatatkan kemajuan sebelum akhir tahun 2019.

“Pada prinsipnya tim runding Indonesia siap untuk melakukan pertemuan bulan Agustus atau September, namun pihak Turki mengusulkan perundingan putaran keempat dilakukan pada bulan Oktober,” ujar Mendag Enggar.

Dalam pertemuan ini Mendag Enggar juga menyampaikan permintaan agar Turki lebih selektif dalam menerapkan langkah pengamanan perdagangan (anti-dumping, anti-circumvention, maupun safeguard). 

Mendag antara lain mengusulkan agar korespondensi dalam proses investigasi dilakukan dalam Bahasa Inggris, dan tindakan anti-dumping dan pengamanan perdagangan lainnya yang saat ini dikenakan pada Indonesia dapat diterminasi bila sudah memasuki usia 10 tahun. 

“Menteri Perdagangan Turki menyatakan bahwa kebijakan pengamanan perdagangannya telah sesuai dengan ketentuan di WTO, namun setelah kita jelaskan sejumlah kesulitan yang dihadapi Indonesia dalam proses investigasi, Menteri Perdagangan Turki sepakat  untuk menugaskan timnya guna membahas hal ini dalam konteks perundingan CEPA,” tambah Enggar.

Kedua menteri juga sepakat untuk mendorong dialog bisnis antara kedua negara secara lebih intensif dengan target yang jelas. Baik Indonesia maupun Turki memandang mitranya sebagai potential hub untuk memasuki pasar di kawasan masing-masing. Indonesia, misalnya, dapat memanfaatkan Turki sebagai pintu untuk memasuki pasar Timur Tengah, Eropa Selatan dan Afrika Utara. 

Sebaliknya, Turki dapat menjadikan Indonesia sebagai basis untuk memasuki pasar ASEAN sebesar 600 juta jiwa maupun Kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP sebesar 3,5 miliar jiwa. 

Untuk itu, kedua menteri berharap CEPA yang sedang dirundingkan saat ini dapat menjadi insentif untuk mendorong tidak saja perdagangan kedua negara, tetapi juga investasi dua arah yang saling menguntungkan.

Duta Besar LBBP RI di Ankara, Lalu Muhamad Iqbal, juga hadir dalam pertemuan antara kedua Menteri Perdagangan ini, dan akan memfasilitasi komunikasi dengan pihak Turki baik dalam mendorong penyelesaian perundingan CEPA, maupun melaporkan hambatan-hambatan perdagangan yang dihadapi Indonesia di pasar Turki kepada Kementerian Perdagangan di Jakarta. Dubes Iqbal menjelaskan bahwa produk Indonesia sangat kompetitif di Turki. 

"Kondisi ekonomi dunia saat ini menyebabkan perekonomian Turki lebih terdampak dibandingkan Indonesia. Sebaliknya kinerja ekonomi Indonesia yang relatif baik telah menarik perhatian pelaku bisnis Turki untuk bermitra dengan Indonesia baik di bidang perdagangan maupun investasi. Apabila terwujud, CEPA antara kedua negara dapat mendongkrak nilai perdagangan kedua negara dan mendorong investasi dua arah," ujar Iqbal.

Pada hari yang sama, Mendag Enggar juga menerima Ketua Turki-Indonesia Business Council Ilhan Erdal. Erdal menyampaikan dukungannya agar perundingan IT-CEPA dapat segera diselesaikan. Erdal meyakini IT-CEPA akan memberikan dampak peningkatan perdagangan yang signifikan.

Perdagangan Indonesia-Turki

Berdasarkan data yang diolah Kemendag, total perdagangan Indonesia-Turki pada 2018 tercatat sebesar USD.1,79 miliar. Nilai tersebut naik dibandingkan tahun 2017 yang senilai USD.1,70 miliar.

Adapun pada 2018 Indonesia meraih surplus USD.634,9 juta dengan nilai ekspor sebesar USD.1,81 miliar dan impor USD.611,5 juta.

Sementara itu, untuk periode Januari―April 2019 total perdagangan kedua negara mencapai USD.503,7 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD.381 juta dan impor sebesar USD.122,7 juta. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan di Ankara, Turki, Jumat (12/7). (Foto: kemendag)


Komentar Anda

Berita Terkini