MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Sidang Kasus Ternak Ayam Mulai Digelar PN Kualasimpang

harian9 author photo

ACEH TAMIANG| H9
Pengadilan Negeri (PN) Kualasimpang mulai melakukan persidangan kasus kerugian Peternak ayam potong, diduga akibat adanya perbuatan melawan hukum yang terjadi di Kampung Jamur Jelatang Kecamatan Rantau, Kamis (11/7/2019).

Ditemui salah satu kafe dikawasan Kecamatan Karang Baru, Raja Pangihutan, SH penerima kuasa khusus nomor: 11/ADV/RAJA/ATAM/VI/2019 mengatakan, sesuai berkas perkara nomor : 5/Pdt.G/2019/PN.KSP, bahwa telah melaporkan JO (39 tahun) , SN (46 tahun), RN (56 tahun) ketiganya warga Kampung Jamur Jelatang Kecamatan Rantau dan telah merugikan klien saya SO (25 tahun).

"SO sebagai Penggugat memiliki satu unit kandang ayam beserta peralatan pendukung lainnnya, mempunyai izin dari warga sekitar, ada izin usaha dari Datok Penghulu (Kepala Desa) dan hanya melakukan usaha ternak sebanyak sepuluh ribu ekor," jelasnya.

Raja menambahkan, sesuai keputusan Menteri Pertanian nomor: 404/Kpts/OT.210/6/2002 tentang izin pendaftaran usaha peternakan pada I romawi huruf d angka (3) bahwa peternakan rakyat adalah usaha rakyat dan tidak wajib memiliki tanda daftar, apa lagi kategorinya  masih berada dibawah lima belas ribu ekor.

"Gugatan tersebut disampaikan terkait adanya dugaan bahwa ketiga Tergugat telah melakukan pembunuhan terhadap anak ayam, juga ada mengambil beberapa peralatan dan sehubungan perbuatan tersebut, maka telah melanggar pasal 1365 KUH Perdata yaitu tiap perbuatan melanggar hukum dan membawa kerugian pada orang/pihak lain, karena kesalahannya diharuskan untuk mengganti atas kerugian tersebut," ungkap Raja.

Di tempat berbeda, masih di seputaran kafe di Kecamatan Karang Baru, Husni Thamrin Tanjung, SH Penasehat Hukum dari ketiga Tergugat menyampaikan, pada intinya Penggugat telah keliru menempatkan gugatannya dan khusus untuk JO pada saat kejadian sedang bersama Kanit Polsek Rantau, jadi mana mungkin saat bersamaan ikut melakukan tindakan yang melawan hukum.

"Hak dari Penggugat untuk menuntut ganti rugi pada Tergugat, namun kami tetap pada fakta, tidak ada melakukan perihal yang dituduhkan dan bukti-bukti akan kita paparkan dalam setiap persidangan," jelas Husni Thamrin.

Terpantau saat persidangan berlangsung, puluhan masyarakat dari tujuh Kampung di Kecamatan Rantau, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sapta Jaya memberikan dukungan kepada ketiga Tergugat. (Dani 9)
Editor: Mardan H Siregar

(Foto: Amnur Dani)


Komentar Anda

Berita Terkini