MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Jadikan Momen Idul Adha Sebagai Sarana Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan

harian9 author photo
TAPSEL| H9
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu mengharapkan bahwa semangat qurban dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan serta dapat meningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT. 

Harapan tersebut disampaikannya usai melaksanakan shalat Idul Adha 1440 H/2019 M bersama masyarakat Desa Huta Holbung di Masjid Nurul Iman, Desa Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muaratais, Minggu (11/8)

Bertemakan, ‘Dengan Berqurban, Kita Tingkatkan Rasa Ketaqwaan Kepada Allah SWT,‘ shalat Idul Adha dipimpian Imam Sholat Tuan Naborkat, Khatib Tuan Nalomok dan dihadiri Wabup Tapsel H Aswin Efendi Siregar, Sekda Tapsel Parulian Nasution, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kabag, Camat Angkola Muaratais, tokoh masyarakat, tokoh agama dan jamaah shalat Idul Adha yang memadati baik didalam masjid maupun dihalaman masjid.

Lebih lanjut Syahrul menyampaikan, untuk lebih mengingatkan kita didalam menjalani kehidupan, paling tidak ada beberapa hal yang bisa kita petik dari khutbah Tuan Nalomok yaitu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang salah satu perintahnya adalah melaksanakan kurban karena berkurban merupakan salah satu perintah agama kita.

Disisi lain juga ada kalimat berdiri sama tinggi  dan duduk sama rendah yang artinya manakala kita sudah melakukan untuk menghadap sang khalik, tentunya kita juga dituntut untuk saling menghargai kepada sesama atau sering kita sebut hubungan silaturrahmi dan ukhuwah islamiyah diantara kita.

“ Melalui peringatan hari raya Idul Adha mari kita terus semangat untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan yang muaranya adalah untuk peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, agar secara kualitatif keimanan kita dapat lebih meningkat dari waktu ke waktu, terangnya.

Dalam khutbahnya, Tuan Nalomok menyampaikan, Hari Raya kurban merupakan wujud syukur kita kepada Allah SWT, karena berkurban merupakan tanda syukur kita atas nikmat yang diberikan Allah dan juga mengingatkan kita terhadap ujian berat Nabi Ibrahim AS dari Allah SWT.

Salah satunya adalah kisah Nabi Ismail ‘alahissalam yang memiliki ketaatan luhur kepada kedua orang tuanya, yaitu Nabi Ibrahim AS ( ayahnya) dan Siti hajar (ibunya). Sebagaimana dikisahkan sewaktu ketika Nabi Ismail harus ridho untuk mengorbankan dirinya guna memenuhi perintah Allah SWT. 

“ Perintah itu datang dikabarkan lewat mimpi sang Ayah, atas seruan dari Allah SWT, agar Nabi Ibrahim segera memenuhi nadzarnya, yaitu berkenan menyembelih anaknya bernama Ismail. Padahal beliau amat sayang dengan putranya tersebut. Tapi karena itu semua adalah perintah Allah SWT, akhirnya pengorbanan tetap dilakukan dengan dasar ketaatan. Tidak ada rasa nikmat sedikit pun jika tidak mentaati perintah dari sang pencipta alam semesta. Karena itulah dibalik sebuah ujian berat dan ketaatannya, akhirnya Allah SWT telah mengganti Ismail dengan satu ekor kibas/domba, “ terang Tuan Nalomok dalam khutbahnya. (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini