MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 Mengucapkan Selamat Berbahagia atas Resepsi Pernikahan WIWID WIDODO dan NANI AFRIDA br GINTING, SH. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah"

Kapolrestabes Medan Jenguk Kapolsek Patumbak Yang Dikeroyok Antek-Antek Bandar Narkoba

harian9 author photo

MEDAN| H9
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi sebagai pimpinan Kepolisian tertinggi di Medan Sekitarnya merasa prihatin melihat bawahannya Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, SH, SIK, yang menjadi korban pengeroyokan antek-antek Bandar Narkoba di Jalan Mariendal I Gang Karya.

Dengan itu, orang nomor satu di Kepolisian Kota Besar Medan tersebut didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani, SH, SIK, MH, Kapolsek Medan Barat Kompol Choky Sentosa Meliala, SH, SIK, MH, Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, SH, MH, dan sejumlah anggota Polrestabes Medan lainnya. menjenguk Kapolsek Patumbak yang masih dalam perawatan medis di RS Mitra Medika Jalan SM Raja Medan, Sabtu (10/8/2019) pukul 15. 30 WIB.

Begitu Kapolrestabes Medan beserta rombongan tiba di rumah sakit, sejumlah personel Polsek Patumbak yang sudah menunggu kedatangan Kapolrestabes Medan di Lobby l rumah sakit Mitra Medika, langsung menyambut dan menuntun Kapolrestabes Medan, beserta rombongan menuju kamar 323 tempat AKP Ginanjar Fitriadi dirawat medis.

Kedatangan Kapolrestabes Medan dan sejumlah anggota, sempat membuat Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi terkejut dan gembira. Pasalnya, ditengah kesibukanya Kapolrestabes Medan dapat menyempatkan diri menjenguk Kapolsek Patumbak yang saat itu lagi terbaring ditempat tidur, dalam keadaan tangan kirinya masih dipasang infus.Langsung duduk dan menyalami Kapolrestabes Medan dan sejumlah anggota yang menghampirinya.

Disitu Kapolrestabes bertanya sama Ginanjar.

“Jadi berapa hari di rawat, tiga hari ya. Itu kepala sudah di scan,” tanya Dadang.

“Dari Kamis, udah ndan,” jawab Ginanjar.

“Itu mata gak papa, sampai biru begitu,” tanya Dadang lagi sambil menunjuk ke arah mata kiri Ginanjar yang tampak lebam.

“Ini bekas kejadian kemarin dan udah diperiksa, ndan,” ucap Ginanjar.

Kemudian Ginanjar menerangkan kejadian yang dialaminya kepada sang komandan. Kamis (8/8) sore, Ginanjar bersama anggota sedang melakukan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di empat lokasi berbeda. Awalnya mereka fokus di tempat kejadian perkara (TKP) kedua yang ada bilyardnya.

Usai mengamankan beberapa orang dari bilyard, Ginanjar dan anggota menuju TKP keempat yang diduga rumah bandar berinisial A di Jalan Marendal 1 Gang Karya. Begitu melihat Polisi, tersangka yang awalnya duduk di depan rumah melarikan diri. Ginanjar sempat meneriakinya agar berhenti. Namun tersangka tak menghiraukan, lantas ia mengejarnya seorang diri.

“Belum sempat jauh, tersangka tersandung batu dan terjatuh. Saya lalu memiting dan menggiringnya ke jalan. Ternyata disitu antek-anteknya banyak, mereka langsung menyerang saya, sementara anggota masih dibelakang,” jelas Ginanjar.

Di tempat yang sama, Dadang mengatakan dalam menangani masalah narkoba pihaknya sudah melakukan upaya-upaya, mulai dari cara-cara soft dan hard telah dilakukan. Namun, dalam langkah penegakan hukum di lapangan, mereka (tersangka) ada juga menggunakan langkah hard action dan melakukan perlawanan.

“Saya sudah arahkan kepada anggota, apabila para tersangka membahayakan dan mengancam jiwa petugas maupun masyarakat, tentu harus dilakukan langkah-langkah atau tindakan yang sesuai dengan SOP. Mulai dari memperingati secara lisan, tangan kosong, sampai tindakan melumpuhkan,” tegas Dadang.

“Semuanya sudah diatur, dan saya pikir anggota tahu untuk melakukan hal tersebut,” tambahnya.

Dadang juga meminta dukungan dari masyarakat agar bersama-sama mendukung dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara khususnya Kota Medan.

“Pelaku yang telah kita amankan ada tiga orang, kasus narkoba. Tapi kita tidak berhenti sampai di situ, pelaku yang melakukan pengeroyokan kepada AKP Ginanjar masih dilakukan pengejaran,” ungkap Dadang.

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, untuk bandar narkoba yang sempat bergumul dengan AKP Ginanjar berhasil diamankan. Akan tetapi sewaktu dilakukan pengembangan yang bersangkutan melawan sehingga terpaksa dilumpuhkan.

Ketika dibawa ke rumah sakit yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia. Selain tersangka dan barang bukti narkoba, kita turut mengamankan beberapa alat-alat kekerasan. Kedepan, GKN ini akan terus ditingkatkan dan kita meminta dukungan dari masyarakat,” pungkas Dadang. (HJ9)
Editor: Mardan H Siregar 

Saat Menjenguk Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi, SH, SIK, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H. Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi Menanyakan Tentang Kronologis Pengeroyokan Tersebut. (Foto: Joko Hendro)




Komentar Anda

Berita Terkini