MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Normalisasi Parit di Dusun 3 Desa Sei Lumut Ditolak Masyarakat Karena Dikerjakan Asal Jadi

harian9 author photo
SEI BEROMBANG| H9
Hasil musyawarah warga dusun 3 Desa Sei.Lumut Kecamatan Panai Hilir Kabupaten  Labuhanbatu melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk pengerjaan normalisasi sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter  dengan jumlah dana sebesar Rp. 76.200.000.bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019 harus dikerjakan dengan alat berat Excavator stick panjang atau Long arm.

Namun pada pelaksanaannya tidak memakai Excavator Long arm sesuai dengan kesepakatan, bahkan yang dapat dikerjakan hanya sebelah saja, sehingga Warga menolak pekerjaan ini karena kesepakatan ini juga diketahui oleh Kepala Desa,  dan juga Kepala Dusun sebut Subrantas salah seorang warga melalui WA yang dikirimkan ke Harian9.Com Selasa (12/08/19)

Kata Subrantas, Normalisasi itu dilaksanakan bertujuan untuk menghindari banjir, dimana selama ini lahan pertanian Masyarakat banjir apabila debit air hujan tinggi akan tetapi pengerjaan normalisasi itu dinilai asal jadi,sebab kedalaman pengorekannya sangat tidak signifikan.seharusnya pengorekan berbentuk heling agar tidak mudah abrasi.jelasnya.

Dengan kedalaman 4 meter selayaknya kedalaman pengorekan itu 2 meter,akan tetapi pekerjaan yang dilakukan jauh panggang dari api oleh karenanya Masyarakat Dusun itu menyatakan menolak alias tidak menerima pekerjaan itu, sekaligus meminta kepada pihak pelaksana atau pihak terkait untuk melakukan pekerjaan ulang.
Penolakan pekerjaan ini Warga membuat surat laporan resmi kepada Bupati Labuhanbatu, Kaban PMD, Inspektorat, Camat, Kepala Desa dan BPD agar dapat dievaluasi dari pekerjaan yang dilaksanakan.

Kepala Desa Sei.Lumut Tanzuddin,menurut Subrantas saat dihubungi melalui handphone selularnya tidak mendapat jawaban,sementara Kepala Dusun 3 Sei.Lumut Sofyan membenarkan adanya pekerjaan normalisasi di Dusun itu sepanjang 1.500 x 4 meter x 0.8 meter.

Saat diminta tanggapannya tentang ditolaknya pekerjaan itu dan ditanyakan tentang Excavator yang disepakati apakah benar long arm dan pekerjaan itu dipertanyakan apakah dilaksanakan TPK atau Subplayer, dari jawaban yang disampaikan Sofyan walraupun mengakui pekerjaan itu dilakukan Subplayer,namun terkesan dari jawabannya bahwa Warga yang menolak itu hanya mencari-cari kesalahan aparat desa.tutur Sofyan.(Thn9)
Komentar Anda

Berita Terkini