MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

PD. RPH Kota Medan Gelar ROPPD, Ratusan Kilogram Daging Sapi Disita

harian9 author photo


MEDAN| H9
Perusahan Daerah Rumah Potong Hewan (PD.RPH) Kota Medan bersama  Tim Terpadu Pemerintah Kota Medan untuk ketiga kalinya menggelar Razia Operasi Penertiban Peredaran Daging (ROPPD) dari luar kota Medan  yang dijual dipasar-pasar kota Medan tanpa melalui post mortem (pemeriksaan hewan setelah dipotong).  Dari ROPPD ratusan kilogram daging disita dari Pasar Sei Sikambing dan pasar-pasar lainnya, Kamis (8/8/2019).

"Razia yang diikuti 35 Personil ini, dimulai sejak pukul 3,00 WIB dini hari sampai Pukul 10.00 WIB Siang, diawali ke tempat pemotongan hewan diluar RPH Kota Medan dan ke sejumlah pasar tradisonal di Medan diantaranya, Pasar Kampung Lalang, Pasar Sei Sikambing, Pasar Melati, Pasar Halat dan Pasar Sukaramai," ucap Plt Diretur Utama PD. RPH Kota Medan Ainal Mardiah, SPd, MSi didampingi Kabid Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Medan drh. Tazul Arifin.       

Menurutnya, Digelarnya ROPPD ini selain mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 413/Kpts/TN.3l5/7/1992 tentang Pemotongan Hewan Potong dan Penanganan daging serta Hasil Ikutannya, juga bertujuan melakukan Penegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 11 tahun 2014 Rumah Potong Hewan Kota Medan.  Untuk kali ini dilakukan penertiban terhadap  peredaran daging Sapi, Kambing dan Babi  yang beredar berasal dari luar kota Medan dan hewannya tidak dipotong melalui RPH Kota Medan.

"Penertiban ini dilakukan dalam upaya menjamin kenyamanan masyarakat Kota Medan dalam mengkonsumsi daging higienis yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Sebab PD RPH Kota Medan merupakan satu satunya rumah potong hewan di Sumatera Utara yang memiliki serifikat halal dari LPPOM MUI  Sumatera Utara. Karena berdasarkan surat edaran MUI Pusat yang berwenang memberikan Sertifikat Halal adalah LPPOM MUI tingkat Provinsi dan Pusat, selain itu illegal," ungkapnya.  

Dikatakannya, terkait penertiban peredaran daging babi dan celeng yang tidak dipotong di RPH Kota Medan harus di sudah melalui pemeriksaan kesehatan hewan setelah dipotong (post mortem) oleh dokter pemerintah. Maka setiap pasokan daging kepasar harus sudah melewati post mortem, barulah daging tersebut layak untuk dijual.
    
Menurutnya, Penertiban peredaran daging ini tetap dilakukan baik dalam bentuk razia maupun pengawasan rutin khususnya dipasar-pasar di kota Medan. Sehingga harapan dan kenyamanan masyarakat untuk tetap memperoleh daging asuh dapat terwujud. 

Ainal Mardiah, SPd,MSi menambahkan, dalam hal monitoring dan pengwasan rutin terhadap peredaran dan pasokan daging ke seluruh pasar tradisionil di kota Medan, PD. RPH Kota Medan sudah melakukan penandatanganan nota Kesepahaman atau MoU dan kerjasama dengan PD. Pasar Kota Medan pada tanggal 8 Juli 2019. 

Maka sampai saat ini monitoring dan pengawasan rutin bersama di pasar  tradisionil kota Medan  sudah dilakukan dan tetap berlanjut" tegasnya.

Sementara itu, dr. Tazul Arifin menegaskan, Pemko Medan tetap melalui tim terpadu ini tetap melakukan razia, untuk mengantisipasi pasokan dari luar kota Medan dan hewannya dipotong diluar PD. RPH Kota Medan, wajib dilakukan pos mortem. 

"Sehinga masayarakat Kota Medan tetap nyaman dalam mengkonsumsi daging ASUH," tegasnya. (01)


Komentar Anda

Berita Terkini