MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Polres Padangsidimpuan Amankan Pelaku Penyekapan dan Pencabulan

harian9 author photo
PADANGSIDIMPUAN| H9
Tersangka JHH (35) warga Desa Simasom Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan dan berprofesi sebagai sopir Angutan Kota (Angkot), diamankan personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padangsidimpuan dalam kasus dugaan pencabulan dan penyekapan terhadap korban seorang anak perempuan yang masih dibawah umur, sebut sdaja namanya Intan (14).

Tersangka ditangkap petugas, Sabtu (3/8) atas laporan pihak korban ke Mapolres Padangsidimpuan, sesuai Laporan Polisi No : LP / 348 / VIII / 2019 / SU / PSP, tanggal 1 Agustus  2019 atas kasus dugaan pencabulan dan penyekapan.

Kapolres Padangsidimouan AKBP. Hilman Wijaya, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H. Abdi Abdullah SH yang dikonfirmasi,  Kamis (8/8) membenarkan penangkapan  JHH atas kasus dugaan pemerkosan dan pencabulan tersebut.

Disebutkannya, kasus asusila tersebut ditangani Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan atas laporan korban hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka saat berada di tempat tingkal tersangka di Desa Simasom.

“ Penangkapan terhadap tersangka, selain berdasrkan Laporan Polisi, juga hasil penyelidikan personil Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan atas laporan korban serta berdasarkan keterangan korban dan saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan penyekapan dan pemerkosaan yang terjadi terhadap korban, apalagi tersangka dan korban masih bertetangga, ” ujar Kasat.

Menurut Kasat, kasus dugaan asusila dan penyekapan terhadap korban yang masih bersekolah disalah satu SMP ini berawal saat korban sedang ke sungai buang hajat yang kebetulan dekat rumah tersangka.

Saat korban selesai buang hajat, tersangka mendekati korban dan menarik korban ke dalam sebuah rumah kosong yang kebetulan rumah itu milik keluarga tersangka  yang brada di Desa tersebut.

“ Berdasarkan pengakuan korban, tersangka JHH sengaja menarik korban ke rumah kosong yang diduga sejak awal sudah direncanakan tersangka untuk dijadikan lokasi perbuatan asusila terhadap korban, “ terang Kasat

Singkat cerita, Kata Kasat, korban disekap di dalam rumah kosong itu selama tiga hari dan diduga tersangka melakukan aksi pencabulan terhadap korban tanpa bisa melakukan perlawanan akibat mendapat ancaman dari tersangka.

“  Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal 81 jo pasal 82 Undang-Undang Nonor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, “ jelas Kasat. (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini