MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT# DIJUAL SEBIDANG TANAH DI DISKI KECAMATANG SUNGGAL KABUPATEN DELISERDANG, UKURAN 12M x 18M, SK CAMAT HARGA Rp. 100JUTA, BERMINAT HUBUNGI 081370413190 (WAK SU)

Tuntut RDP Terkait Eks PT Sungai Pinang, Massa AMPMB Unjuk Rasa Ke DPRD Dan Kantor Bupati Paluta

harian9 author photo
PALUTA| H9
Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersat (AMPMB) melakukan aksi unjuk rasa damai ke kantor DPRD dan kantor Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (7/8/2019) kemarin.

Massa mengawali aksi unjuk rasa tersebut dari kantor DPRD Paluta. Dalam tuntutan massa yang disampaikan oleh koordinator aksi Habibi P Harahap didampingi Hendra Ibrahim Siregar dan Nuamir Habibi Tanjung, massa menuntut untuk segera diadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang lahan eks PT Sungai Pinang yang terletak di desa Siancimun kecamatan Halongonan Timur, kabupaten Padang Lawas Utara  yang diklaim masyarakat desa Siancimun agar dikembalikan kepada masyarakat.

Sebab menurut mereka, kebun atau lahan yang ada di eks PT Sungai pinang tersebut tidak memiliki alas hak yang jelas dan yang ada hanya Berita Acara Penyerahan Kebun (BAPK) yang diketahui bukan atas nama pengelola yang sekarang.

“Hanya ada BAPK dan sudah bukan lagi atas nama pengelola yang sekarang,” ujar Habibi.

Lanjutnya, lahan atau kebun eks PT Sungai Pinang tersebut diketahui merupakan tanah ulayat (adat) milik desa Siancimun yang dikuasai oleh sejumlah perusahaan diantaranya KUD Persatuan Petani Kebun Sawit, KUD Koperasi Sawit Mandiri dan yang lainnya. 

Untuk itu, massa meminta agar segera diadakan RDP untuk memperjelas dan menyelesaikan permasalahan ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Usai orasi dihalaman kantor DPRD Paluta, massa disambut oleh Pattis Siregar dan mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan tuntutan massa untuk segera ditindak lanjuti.

Namun, karena dianggap tidak dapat menyahuti keinginan masyarakat untuk diadakan RDP, massa membubarkan diri dan melanjutkan aksi damai dengan tuntutan yang sama dihalaman kantor Bupati.

Dalam aksinya, massa sempat memaksakan untuk masuk ke kantor Bupati karena dihalangi petugas dan setelah masuk ke halaman kantor, massa sempat berlari mencari pintu masuk ke dalam kantor Bupati untuk mencari Sekda dan Bupati Paluta, namun bisa dihalau oleh petugas.

Dalam orasinya, Habibi P Harahap juga menyampaikan bahwa jika permasalahan ini tidak secepat mungkin diselesaikan oleh pihak Pemkab Paluta, massa mengkhawatirkan adanya hal yang tidak diinginkan dan bahkan pertumpahan darah.

Sebab katanya, setelah adanya aksi beberapa waktu yang lalu, pihak KUD diketahui merekrut pengamanan dari  desa Siancimun sehingga dikhawatirkan terjadi bentrokan yang tidak diharapkan.

“Kami takut terjadi hal yang tidak diinginkan jika tidak segera diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Setelah beberapa saat melakukan orasi, massa akhirnya disambut oleh Plt Kabag Hukum Ali Wardana dan  Staff Ahli Setdakab Paluta Drs H Hailullah Harahap. Setelah menyampaikan tuntutannya dan ditemui oleh perwakilan Pemkab Paluta, diperoleh kesepakatan agar segera mengkonfirmasi DPRD Paluta agar dilakukan RDP dalam waktu dekat untuk penyelesaiannya.(kadek9)
Komentar Anda

Berita Terkini