MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

Dibanding Tahun Lalu, Jumlah Pelanggar Lalu Lintas Operasi Patuh Toba 2019 Meningkat 10,97 Persen

harian9 author photo

TAPSEL| H9
Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat, jumlah pelanggaran lalu lintas yang ditindak selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019 di wilayah hukum Polres Tapsel meningkat 10,97 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, SIK, MH melalui Kasat Lantas AKP. Soya Lato Purna, SH, didampingi Kanit Laka Iptu Yudi di ruang kerja Kasat Lantas, usai pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019, di wilayah hukum Polres Tapsel meliputi Kabupaten Tapsel, Paluta dan Palas, Jum'at (13/9).

Peningkatan jumlah pelanggaran itu kata Soya dari 2471 pelanggaran pada Operasi Patuh Toba 2018, menjadi 2742 pelanggaran pada Operasi Patuh Toba 2019, atau naik 10,97 persen, dengan rincian, Tindakan Langsung (Tilang) pada Operasi Patuh Toba 2018 tercatat 2025 perkara, pada Operasi Patuh Toba 2019 sebanyak 2148 perkara, atau naik 6,07 persen.

Untuk teguran kepada pengendara yang melamggar Lalu Lintas, pada Operasi Patuh Toba 2018 sebanyak 446 teguran, pada Operasi Patuh Toba 2019 sebanyak 594 teguran, atau naik 33,18 persen.

Sementara untuk kasus peristiwa Laka Lantas, pada Operasi Patuh Toba 2018 sebanyak 6 peristiwa Laka Lantas, sedangkan pada Operasi Patuh Toba 2019 sebanyak 5 peristiwa Laka Lantas, atau turun 16,67 persen. Korban meninggal dunia tahun 2018 sebanyak 4 orang, tahun 2019 2 orang atau turun 50 persen. Luka Berat tahun 2018 tidak ada, tahun 2019 4 orang.

Kemudian, luka ringan tahun 2018 6 orang, tahun 2019 sebanyak 2 orang atau turun 66,67 persen dan kerugian material pada kejadian Laka Lantas saat Operasi Patuh Toba 2018 sebesar Rp.30,5 juta, pada kejadian Laka Lantas saat Operasi Patuh Toba 2019 sebesar Rp.4,6 juta, atau mengalami penurunan sebesar 84,92 persen.

“Pelanggaran tertinggi didominasi oleh pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, serta pengendara yang tidak melengkapi kelengkapan kenderaan lainnya seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan tidak menggunakan safety belt,“ ujar Kasat.

Ia menambahkan, dengan berakhirnya Operasi Patuh Toba 2019 di wilayah hukum Polres Tapsel, pihaknya berharap dapat menimbulkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tertib berlalu lintas di jalan raya.

“Kesadaran itu, bukan karena masyarakat takut diberikan sanksi tilang dan sebagainya, Tetapi untuk membiasakan diri para pengendara agar taat aturan dan menjaga keselamatan dalam berlalu lintas,“ terangnya. 

Sebagai informasi, Operasi Patuh Toba 2019 dilaksanakan mulai dari 29 Agustus sampai 11 September 2019, dengan mengedepankan tindakan preventif dan represif yang diharapkan mampu mengendalikan, menangani, mengatasi dan mengurai kemacetan dan kesemrawutan Lalu Lintas, sehingga dapat meminimalisir terjadinya Laka Lantas dan fatalitas terhadap korban jiwa. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

Personil Sat Lantas Polres Tapsel saat melakukan razia hari terakhir Operasi Patuh Toba 2019 di wilayah hukum Polres Tapsel, Rabu (11/9). (Foto: Riswandy)



Komentar Anda

Berita Terkini