MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

Indonesia Dorong Penyelesaian IK-CEPA dan Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dengan Amerika Serikat

harian9 author photo

BANGKOK| H9
Kementerian Perdagangan dalam rilisnya Kamis (12/09) menyampaikan, Indonesia dan Korea diharapkan dapat segera menyelesaikan Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA) secara subtantif. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Yoo Myung-Hee di Bangkok, Thailand, Senin (9/9).

Dalam pertemuan ini, Mendag mengusulkan pengumuman selesainya Perundingan IK-CEPA secara substatif dilaksanakan di sela-sela Trade Expo Indonesia 2019. 

“Kami mengusulkan pengumuman tersebut dapat dilakukan di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) pada 16 - 20 Oktober 2019. Selanjutnya, penandatanganan IK-CEPA diusulkan dilaksanakan dalam agenda ASEAN-Republic of Korea (ROK) Commemorative Summit pada 25—27 November 2019,” jelas Mendag.

Mendag menambahkan, IK-CEPA diharapkan juga berfungsi sebagai payung perjanjian rencana investasi dua perusahaan besar asal Korea, yaitu Lotte Group, yang bergerak di bidang kimia; dan Hyundai, di bidang otomotif. 

"Kedua perusahaan tersebut tidak perlu khawatir, karena pemerintah Indonesia memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan rencana investasinya," ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Mendag juga mengapresiasi langkah Korea yang telah membantu kemajuan perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

Perdagangan Indonesia-Korea pada 2018 mencapai USD.18,62 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Korea sebesar USD.9,54 miliar dan impor sebesar USD.9,08 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus sebesar USD.443,6 juta.

Produk ekspor utama Indonesia ke Korea pada 2018 adalah batu bara, gas alam cair, bijih tembaga, batu bara lainnya, dan minyak bumi mentah.

Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Korea pada 2018 adalah bahan bakar dengan research octane number (RON) 90, bahan bakar diesel otomotif, sirkuit elektronik terpadu lainnya, sekop mesin, dan bahan murni RON lainnya.

Pertemuan Bilateral dengan US-ASEAN Business Council

Pada hari yang sama (9/9), Mendag juga melaksanakan pertemuan bilateral dengan United StatesASEAN Business Council (USABC). Kedua pihak mendiskusikan perkembangan kerja sama yang telah berjalan selama 20 tahun, termasuk kebijakan perdagangan Indonesia. Khususnya terkait integrasi Indonesia dalam ASEAN dan RCEP, serta di bidang niaga-el dan teknologi.

“Indonesia harus mencoba melibatkan negara maju untuk bekerja sama dengan negara berkembang dalam menyusun peta jalan dan program revitalisasi industri. Selain itu, juga menyesuaikan dan meninjau kebijakan untuk mengatasi dampak negatif dari transformasi
teknologi,” tegas Mendag.

Perwakilan dari perusahaan swasta Amerika Serikat (AS) yaitu Google, Facebook, Amazon, Philip Morris, IBM, Citi, Qualcomm, Paypall, Caterpillar, UPS, FedEx, Ford turut hadir dalam pertemuan ini dan menanyakan hal-hal terkait kebijakan perdagangan di Indonesia. 

Isu lain yang dibahas adalah mengenai standarisasi dan harmonisasi peraturan di ASEAN, serta program magang ASASEAN. Mendag mengapresiasi program tersebut karena menawarkan kesempatan kerja praktik bagi pelajar di ASEAN di tujuh perusahaan besar AS yang berlokasi di ASEAN.

Perdagangan Indonesia-AS pada 2018 mencapai USD.28,6 miliar, dengan ekspor Indonesia ke AS sebesar USD.18,43 miliar dan impor sebesar USD.10,18 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus sebesar USD.8,25 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke AS pada 2018 adalah udang; karet alam; alas kaki; pakaian jersey, kardigan; dan ban. Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari AS pada 2018 adalah kacang kedelai; kapas; sisa pabrik tepung dan residu lainnya; bagian dari pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa; dan gandum.(rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 

(Foto: kemendag)


Komentar Anda

Berita Terkini