MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT* SELURUH JAJARAN PEMIMPIN UMUM, PEMIMPIN REDAKSI, WARTAWAN DAN KARYAWAN HARIAN9 MENYAMPAIKAN TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA BAPAK PROF. Dr. Ing H. BJ. HABIBIE. IN SYAA ALLAH HUSNUL KHATIMAH. SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TEMPAT TERBAIK DI SURGA-NYA. AAMIIN"

Kemendag Dukung Buton Utara Kembangkan Ekspor Produk Organik

harian9 author photo
JAKARTA| H9
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) mendukung Buton Utara mengembangkan ekspor produk organik untuk
mampu bersaing di pasar global. 

Hal ini diungkapkan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Marolop Nainggolan dalam kegiatan diskusi bersama "Pengembangan Ekspor ProdukOrganik Indonesia" di Ereke, Kabupaten Buton Utara (3/9).

"Dukungan diberikan Kemendag karena potensi Buton Utara yang memiliki keunggulan dalam mengembangkan produk organik. Dalam kegiatan diskusi bersama tersebut dihasilkan keputusan bahwa pengembangan komoditas unggulan Buton Utara akan dilakukan dalam bentuk pengembangan kawasan guna meningkatkan daya saing produk, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ekonomi masyarakat," ungkap Marolop.

Menurut Marolop, kapasitas produksi komoditas organik Kabupaten Buton Utara cukup memadai untuk memenuhi pasar ekspor. Hal tersebut juga didukung dengan letak geografis yang strategis karena berhadapan langsung dengan Laut Banda. 

"Meskipun demikan, masih diperlukan dukungan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar nilai tambah produk, termasuk produk turunannya, dapat semakin tinggi," imbuh Marolop.

Sesuai dengan SK Bupati Nomor 17 Tahun 2017, Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten organik dan merupakan satu-satunya kabupaten organik di Indonesia. Kabupaten organik berarti seluruh tanaman perkebunan dan pertaniannya diwajibkan menggunakan pupuk organik.

Buton Utara memiliki keunggulan dalam mengembangkan produk organik, khususnya untuk empat komoditas, yaitu padi, kelapa, mete, dan rumput laut. Saat ini Buton Utara mengembangkan kawasan produk organik seluas 7.000 ha untuk mete, 5.000 ha untuk kelapa, 7.000 ha untuk rumput laut, dan 1.200 ha untuk padi organik.

"Secara kultur, masyarakat Buton Utara sejak dahulu menggunakan sistem organik. Hal itu
memberikan kemudahan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencanangan Buton Utara sebagai Kabupaten Organik," ujar Marolop.

Indonesia tercatat memiliki 17.948 produsen organik dengan total lahan seluas 208 ribu ha. Selain itu, Indonesia juga memiliki pangsa organik sebesar 0,4 persen dari pangsa dunia. Produk organik merupakan salah satu produk strategis yang dapat meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia dan diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen organik terkemuka di Asia.

"Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Buton Utara dalam mendorong komitmen Buton Utara sebagai Kabupaten organik dan merupakan satu-satunya Kabupaten Organik di Indonesia,” tegas Marolop.

Kegiatan diskusi bersama kali ini menghadirkan beberapa pembicara yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buton Utara Asabran dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Utara Sahrun Akri. Selain itu, kegiatan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Utara Muhamad Yasin.

“Pemda Kabupaten Buton Utara mendukung pengembangan produk organik melalui fasilitasi biaya sertifikasi organik, peningkatan luas konversi lahan pertanian organik, pembangunan rumah kemasan dan pengadaan mesin pengolahan padi. Selain itu, pengembangan pertanian organik juga akan disesuaikan dengan karakter kepulauan, yakni pembangunan berbasis agro marine," jelas Sekda Yasin.

Menurut Sekda Yasin, dengan adanya sinergitas seluruh pemangku kepentingan, pengembangan komoditas organik berbasis kawasan dapat terwujud dan menjadikan Buton Utara sebagai Kabupaten Organik pertama dan terdepan di Indonesia.

"Kegiatan ini adalah bentuk sinergi Kemendag dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Buton Utara dalam rangka mengembangkan ekspor produk organik untuk mampu bersaing di pasar global," pungkas Marolop.(REL/KL9)
Komentar Anda

Berita Terkini